Disiplin, Integritas & Sinergi, Kunci Sukses Program Prioritas Pertanian

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Disiplin, Integritas & Sinergi, Kunci Sukses Program Prioritas Pertanian
BBPP BATANGKALUKU: Sekretaris BPPSDMP Kementan, Zuroqi Mubarok dalam arahannya, mengingatkan pentingnya peningkatan disiplin, etos kerja, integritas dan sinergi antarpegawai sebagai modal utama mendukung keberhasilan program strategis Kementan.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku terus memperkuat kinerja, kedisiplinan, dan soliditas aparatur guna mendukung percepatan program prioritas pembangunan pertanian. 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan 'Pembinaan Pegawai' yang dipimpin oleh Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Zuroqi Mubarok di BBPP Batangkaluku, Rabu (4/6).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi pertanian merupakan sebuah keniscayaan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian Indonesia.

"Pengadopsian teknologi modern dalam setiap tahapan produksi menjadi faktor kunci yang membuat sentra pertanian padi di Arkansas mampu bersaing di pasar global. Hal ini akan kita adaptasi dan terapkan dalam pembangunan pertanian Indonesia," katanya.

Sementara itu Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menekankan bahwa pengembangan SDM dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci menghadapi tantangan pertanian masa depan.

"Pertanian ke depan harus menjadi sektor yang tangguh, modern, dan berdaya saing. Kunci keberhasilan terletak pada inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani dan pengembangan SDM pertanian yang unggul," katanya.

BBPP Batangkaluku

Dalam arahannya, Zuroqi Mubarok menegaskan pentingnya peningkatan disiplin, etos kerja, integritas, dan sinergi antarpegawai sebagai modal utama dalam mendukung keberhasilan program strategis Kementan.

"Seperti diketahui, Bapak Menteri Pertanian selalu menekankan bahwa kita harus mampu mencapai target swasembada pangan melalui berbagai program prioritas, seperti Optimalisasi Lahan (Oplah), Cetak Sawah Rakyat (CSR), Brigade Pangan, dan hilirisasi pertanian," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kinerja dan kedisiplinan seluruh pegawai BBPP Batangkaluku yang dinilai telah berjalan dengan baik.

"Saya mengapresiasi teman-teman di Batangkaluku yang telah menjaga integritas dan kedisiplinan dengan baik. Hal ini perlu terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Sistem yang sudah dibangun telah berjalan dengan baik dan harus terus diperkuat," tambahnya.

Pengenalan PM-AAS

Sebelum kegiatan pembinaan pegawai berlangsung, peserta mengikuti sesi pengenalan dan praktik pertanaman menggunakan konsep PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System). 

Program ini merupakan inovasi yang diinisiasi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan mengadopsi sistem budidaya padi modern yang diterapkan di Arkansas, Amerika Serikat.

Kegiatan praktik lapangan dipimpin langsung oleh Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani. Ia menjelaskan bahwa konsep PM-AAS lahir dari hasil kunjungan kerja Menteri Pertanian ke Arkansas yang dikenal memiliki produktivitas padi tinggi.

"Di Arkansas, produktivitas padi rata-rata dapat mencapai lebih dari 10 ton per hektare. Melalui penerapan metode PM-AAS, terdapat peluang peningkatan hasil panen yang cukup signifikan dibandingkan metode budidaya yang umum diterapkan petani saat ini," kata Jamaluddin Al Afgani.

Jajar Legowo

Menurutnya, pada lahan seluas satu hektare diperlukan sekitar 80 kilogram benih dengan sistem tanam jajar legowo 4:1. 

Pola tanam tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 800 ribu rumpun tanaman sehingga mampu mendukung produktivitas hingga mencapai sekitar 10 ton gabah per hektare apabila dikelola secara optimal.

Melalui kegiatan pembinaan ini, BBPP Batangkaluku menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, memperkuat budaya kerja yang disiplin dan berintegritas.

Upaya lain, kata Jamaluddin Al Afgani mendorong penerapan inovasi pertanian modern guna mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.