Tanam Serentak Bombana: Kementan Pacu Perluasan Lahan Perkuat Swasembada

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Tanam Serentak Bombana: Kementan Pacu Perluasan Lahan Perkuat Swasembada
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Brigade Pangan Sultra [tengah, topi coklat] bersama petani dan sejumlah pihak terkait yakni perwakilan BRMP Sultra, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana dan para penyuluh.

 

Bombana, Sultra (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan terus mengakselerasi Program Swasembada Pangan Nasional melalui Gerakan Tanam (Gertam) serentak pada sejumlah wilayah termasuk Kabupaten Bombana di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa (21/4).

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Sultra mengatakan Gertam Serentak, bagian dari implementasi Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) pada 15 wilayah secara nasional, sebagai langkah strategis memperluas areal tanam dan optimalkan lahan baru guna meningkatkan produksi beras.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program CSR menjadi salah satu pilar penting memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Program CSR langkah konkret meningkatkan luas tanam sekaligus menjawab kebutuhan pangan masyarakat. Kita pastikan lahan yang sudah dicetak langsung dimanfaatkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari peran SDM pertanian, khususnya para penyuluh.

“Pendampingan oleh penyuluh menjadi faktor penting agar petani dapat mengelola lahan secara optimal dan menghasilkan produksi yang maksimal,” katanya.

BBPP Batangkaluku

PJ Brigade Pangan Sultra, Jamaluddin Al Afgani mengatakan di Sultra, Gertam Serentak dipusatkan di Kabupaten Bombana sebagai salah satu wilayah pengembangan lahan CSR. 

Pelaksanaan Gertam Serentak di Bombana melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan BRMP Sultra, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, para penyuluh pertanian, hingga petani setempat.

"Sinergi tersebut menjadi kunci dalam memastikan optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas pertanian di daerah," kata Jamaluddin Al Afgani.

Secara nasional, ungkapnya, Gertam Serentak dilakukan dengan luasan signifikan pada sejumlah provinsi, antara lain Kalimantan Tengah seluas 1.500 hektar, Kalimantan Selatan 1.000 hektar, Sumatera Selatan 612 hektar, Papua Selatan 520 hektar dan Sulawesi Selatan 484 hektar

Percepatan Tanam

Jamaluddin Al Afgani menambahkan, kegiatan juga berlangsung di Sulawesi Tengah 200 hektar, Sulawesi Tenggara 100 hektar, Kalimantan Barat 50 hektar, Kalimantan Timur 48 hektar, Kalimantan Utara 321 hektar, Jambi 180 hektar dan Gorontalo 60 hektar disertai wilayah lain seperti Bengkulu, Nusa Tenggara Timur dan Papua dengan luasan tambahan.

Melalui gerakan tersebut, ungkapnya, Kementan optimistis Program CSR mampu menjadi solusi strategis memperkuat kemandirian pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah.

Jamaluddin Al Afgani juga menekankan pentingnya percepatan tanam sebagai faktor kunci dalam meningkatkan produksi.

“Kita tidak boleh menunda. Setiap lahan yang siap harus segera ditanami agar produksi meningkat dan target swasembada pangan dapat tercapai,” tegasnya. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

Bombana of Southeast Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.