Bukan Sekadar Kuliah! Ini Misi Polbangtan Kementan bagi Mahasiswa Baru
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor mengawali Tahun Akademik 2026/2027 dengan menyambut mahasiswa baru sekaligus membangun sinergi bersama orang tua atau wali.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan ´Kedatangan Mahasiswa Baru dan Forum Orang Tua bersama Unsur Pimpinan´ digelar di Aula Polbangtan Bogor di kawasan Cibalagung, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Minggu (16/8).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.
“Peran generasi muda sangat krusial. Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menghadapi tantangan dunia,” ujar Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan, pendidikan menjadi salah satu fondasi penting membangun kapasitas generasi muda pertanian.
"Mahasiswa pertanian diharapkan mampu menjadi generasi yang adaptif, profesional, dan memiliki kemampuan untuk membawa pengetahuan, inovasi, serta teknologi ke tengah masyarakat," katanya.
Karena itu, proses pendidikan perlu didukung dengan pembelajaran yang aplikatif dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan pembangunan pertanian.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan bahwa pendidikan vokasi perlu membentuk mahasiswa secara menyeluruh, baik dari sisi kompetensi maupun karakter.
Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan ´kedatangan mahasiswa baru´ menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru, untuk mengenal lingkungan kampus, sistem pendidikan, serta berbagai proses pembelajaran yang akan mereka jalani.
"Di sisi lain, forum orang tua menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan pemahaman bersama antara keluarga dan institusi dalam mendukung keberhasilan pendidikan mahasiswa," katanya.
Yoyon Haryanto menambahkan, pendidikan vokasi pertanian memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan sektor pertanian.
Selain penguasaan ilmu dan keterampilan, mahasiswa perlu memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, berpikir kritis, serta kemampuan bekerja sama.
"Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja maupun terjun langsung dalam pembangunan pertanian," katanya.
Moto Jawara
Yoyon Haryanto mengatakan bahwa kampus berkomitmen membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang memiliki kompetensi sekaligus integritas.
“Kami ingin mencetak pribadi, mahasiswa, dan alumni yang Jawara yakni Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, dan Akuntabel,” katanya.
Dia mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya menjadikan setiap pengalaman sebagai bagian dari proses pembelajaran dengan mengutip pesan Ki Hajar Dewantara, “jadikan setiap tempat sebagai sekolah, dan jadikan setiap orang sebagai guru.”
Yoyon Haryanto menambahkan, proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Interaksi dengan dosen, teman, lingkungan kampus, masyarakat, maupun berbagai pengalaman selama menjalani pendidikan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa.
"Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru dan orang tua atau wali mendapatkan informasi mengenai lingkungan pendidikan di Polbangtan Bogor," katanya.
Pengenalan Kampus
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi, pembukaan, dan laporan kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan arahan Direktur Polbangtan Bogor.
Kegiatan juga diisi dengan penandatanganan fakta integritas secara simbolis serta pengenalan dosen konselor kepada mahasiswa baru dan orang tua atau wali. Kehadiran dosen konselor diharapkan dapat memperkuat pendampingan mahasiswa selama menjalani proses pendidikan.
Forum kemudian dilanjutkan dengan sesi saran, masukan, dan diskusi bersama unsur pimpinan Polbangtan Bogor. Melalui forum ini, orang tua maupun mahasiswa memiliki ruang untuk memperoleh informasi sekaligus menyampaikan berbagai pertanyaan terkait proses pendidikan dan kehidupan mahasiswa selama berada di kampus.
Polbangtan Bogor memandang keterlibatan orang tua sebagai salah satu bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan mahasiswa.
Komunikasi antara kampus dan keluarga diharapkan dapat membantu mahasiswa menjalani masa pendidikan dengan lebih baik, mandiri, dan bertanggung jawab.
Memasuki Tahun Akademik 2026/2027, Polbangtan Bogor terus memperkuat pendidikan vokasi pertanian yang mengintegrasikan kompetensi, praktik, teknologi, inovasi, dan pembentukan karakter.
Kedatangan mahasiswa baru menjadi langkah awal perjalanan untuk membangun kompetensi sekaligus karakter sebagai calon SDM pertanian. Dari lingkungan kampus, mereka dipersiapkan untuk menjadi generasi muda yang profesional, adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian Indonesia. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
