Target 2,5 Juta, Polbangtan YoMa Dukung Petani Milenial Pasar Lelang Cabai Kebumen

Indonesian Agriculture Anticipate Covid-19 by Weaker Health Systems

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Target 2,5 Juta, Polbangtan YoMa Dukung Petani Milenial Pasar Lelang Cabai Kebumen
LELANG CABAI: Teaching Factory cabai di Kebun Celeban Polbangtan YoMa; lelang cabai di Pasar Mirit Kebumen; Mentan SYL dan Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi gelorakan semangat petani milenial [Foto2: Humas Polbangtan YoMa]

Yogya, DIY [B2B] - Kegiatan Pasar Lelang Cabai di Kabupaten Kebumen menjadi target Polbangtan YoMa untuk mendukung target pengembangan 2,5 juta petani milenial yang dicanangkan Kementerian Pertanian RI, khususnya oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di Cibodas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat pada penghujung Oktober 2019 oleh Kepala BPPSDMP Kementan Prof Dedi Nursyamsi. Hal itu selaras dengan target Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo. 

Caranya? "Polbangtan YoMa melibatkan petani milenial melalui pendekatan IT [teknologi informasi] di Pasar Lelang Cabai Kebumen, untuk mengundang lebih banyak buyers dari luar Kebumen, karena didukung jaringan online seperti halnya dilakukan Sandi Octa Susila cs  Kabupaten Cianjur," kata Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman melalui pernyataan tertulis, Jumat pagi [10/4].

Sejak 2019, Polbangtan YoMa melakukan pembinaan pada petani milenial di Kebumen melalui kegiatan bimbingan tekinis [Bimtek] dan pendampingan. Taat, salah satu petani milenial dari Kecamatan Mirit, lokasi Pasar Lelang Cabai Guyub Rukun di Desa Tlogopragoto.

Pasar Lelang Kebumen menerapkan pemasaran hasil panen cabai melalui sistem lelang maka para petani memperoleh harga jual tinggi dan mencegah permainan harga oleh tengkulak/pengepul, untuk meningkatkan bagi keuntungan petani. Mengingat lokasi pasar lelang di Desa Tlogopragoto tak jauh dari sentra produksi cabai di Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen.

"Realisasinya, di Kebumen telah terbentuk 12 kelompok pendampingan dari Polbangtan YoMa beranggotakan 48 orang, tujuannya mendukung kegiatan lelang di pasar tersebut," kata Dr Rajiman.

Hal itu, kata Dr Rajiman, sesuai komitmen Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang [Polbangtan YoMa] selaku unit pelaksana teknis pendidikan [UPT] dari BPPSDMP Kementan, untuk membentuk dan mendampingi kelompok petani milenial. Komitmen tersebut sebagai dukungan pada target Mentan SYL mengembangkan 2,5 juta petani milenial di seluruh Indonesia.

Target Kementan tersebut ditegaskan oleh Staf Khusus Mentan SYL, Lutfi Halide pada kuliah umum di Polbangtan YoMa pada penghujung Februari lalu, Senin [24/2]. 

Di hadapan ratusan mahasiswa politeknik jurusan pertanian Kampus Yogyakarta, Lutfi Halide mengingatkan mahasiswa Polbangtan YoMa, untuk berpartisipasi aktif mendukung pembangunan pertanian Indonesia, dengan mengubah mindset [pola berpikir] setelah lulus dari Polbangtan YoMa, dari orientasi menjadi karyawan/PNS menjadi pengusaha pertanian milenial.

"Manfaatkan teknologi informasi seperti digagas Mentan SYL dengan Agriculture War Room dari Komando Strategis Pembangunan Pertanian [AWR KostraTani] untuk mengubah mindset pertanian konvensional menjadi pertanian maju, mandiri dan modern," kata Lutfi Halide didampingi Dr Rajiman dan Wakil Direktur I Polbangtan YoMa, Dr Ananti Yekti. [IJS]

Yogyakarta [B2B] - Indonesia´s Agriculture Ministry is in intensive care after testing positive for the novel coronavirus, as civil servants in head office and across the country were ordered to close over the health threat. The World Health Organization has said it is particularly concerned about high-risk nations with weaker health systems, which who may lack the facilities to identify cases, according to senior official of the ministry.