Pelatihan AI, UPT Kementan Tingkatkan Kompetensi ASN Terapkan Digitalisasi
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Gowa, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) senantiasa mendorong peningkatan kompetensi aparatur melalui pemanfaatan teknologi digital khususnya kecerdasan artifisial/ artificial intelligence (AI).
Upaya tersebut ditempuh oleh UPT Kementan, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku dengan menggelar ´Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembuatan Media Pembelajaran dan Informasi´ selama lima hari, 21- 25 September 2026.
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan pelatihan diikuti 22 peserta yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup BBPP Batangkaluku.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa penerapan teknologi berbasis AI menjadi kunci utama meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian nasional guna mewujudkan Swasembada Pangan.
"Dengan teknologi itu produktivitas naik, indeks pertanaman naik, kemudian biaya produksi turun karena menggunakan AI. Memakai robotik dan seterusnya. Itu benar," katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, pemanfaatan teknologi menjadi kunci meningkatkan produksi dan mengantisipasi darurat pangan.
“Dengan dukungan inovasi dan pemanfaatan teknologi, saya yakin target utama Kementerian Pertanian dapat tercapai,” katanya.
BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan pelatihan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada peserta agar dapat memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung pelaksanaan tugas dan penyampaian informasi di lingkungan kerja.
"Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan AI dalam pembuatan laporan, gambar, bahan presentasi, audio, dan video," katanya.
Selain itu, kata Jamaluddin Al Afgani, peserta juga dibekali materi pengoperasian Microsoft Office, mendukung pengelolaan pekerjaan administrasi dan penyusunan berbagai kebutuhan informasi secara lebih efektif.
Ketua Tim Kerja Pelatihan Aparatur dan Non Aparatur, Hari Ismanto pada penutupan kegiatan mewakili Kabalai Jamaluddin Al Afgani berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan untuk melaksanakan tugas sehari-hari.
“Harapannya, hasil pelatihan dapat meningkatkan kompetensi pegawai, sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas serta mendukung peningkatan kinerja organisasi,” kata Hari Ismanto.
Kapasitas SDM
Perkembangan teknologi digital, termasuk AI, perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas SDM. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu pegawai menyelesaikan pekerjaan lebih efektif sekaligus menghasilkan informasi dan media pembelajaran yang lebih menarik.
Naharuddin, salah satu peserta, menyatakan bahwa pelatihan memberikan pengalaman baru dalam memanfaatkan AI untuk mendukung pekerjaan.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang AI, juga langsung belajar bagaimana memanfaatkannya untuk membuat laporan, gambar, presentasi, audio, dan video. Ini tentu dapat membantu kami dalam menyelesaikan pekerjaan,” katanya.
Naharuddin berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas masing-masing unit kerja.
Jamaluddin Al Afgani mengingatkan, melalui pelatihan, BBPP Batangkaluku terus mendorong peningkatan kapasitas ASN agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memanfaatkannya secara tepat untuk mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan organisasi. [fauzan/ilham/timhumas bbppbatangkaluku]
Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
