Siswa SMKN dari Mamasa Sulbar Magang 4 Bulan di UPT Pelatihan Kementan
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Gowa, Sulsel (B2B) - Sebanyak 11 siswa SMK Negeri 1 (SMKN 1) Messawa di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengikuti ´Program Magang Empat Bulan´ pada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan program magang dimulai Senin (2/11), untuk membekali siswa dengan pengalaman langsung pada sejumlah proses agribisnis, mulai budidaya hingga pengolahan hasil pertanian.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa regenerasi petani dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) muda menjadi kunci mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Generasi muda adalah pemegang tongkat estafet pembangunan pertanian. Kita butuh SDM yang terampil, inovatif, dan menguasai teknologi agar pertanian Indonesia semakin maju dan mandiri,” ujar Mentan Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik bagi siswa pendidikan vokasi pertanian. Pengalaman langsung di lapangan menjadi sarana untuk menghubungkan pengetahuan di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.
“PKL menjadi wadah strategis untuk menjembatani teori di sekolah dengan realitas dunia kerja. Kami berkomitmen menyediakan sarana pembelajaran terbaik agar melahirkan SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing,” jelas Idha.
BBPP Batangkaluku
Kabalai Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan Program Magang merupakan upaya memperkuat kompetensi generasi muda dan mempersiapkan lulusan pendidikan vokasi menghadapi dunia kerja maupun mengembangkan usaha di sektor pertanian.
Kedatangan para siswa diterima Ketua Tim Kerja (Katimker) Program dan Kerja Sama, I Gede Mahardika Atmaja mewakili Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan mengenai mekanisme pelaksanaan, pembagian kegiatan dan tata tertib selama magang.
Dalam arahannya, I Gede menjelaskan bahwa pembelajaran dirancang dengan komposisi 70% praktik dan 30% teori.
Edukasi Agribisnis
Katimker I Gede Mahardika Atmaja menegaskan Skema Magang 70% dan 30% memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa untuk terlibat kegiatan agribisnis, sekaligus memperoleh pengetahuan dasar sebagai penunjang keterampilan teknis.
“Peserta akan mendalami langsung proses agribisnis di lapangan mulai dari pengolahan lahan, budidaya tanaman, pemeliharaan hingga teknik pengolahan hasil pertanian dan perhitungan analisis usaha,” katanya mengutip arahan Kabalai Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani.
Selain keterampilan teknis, ungkap I Gede Mahardika Atmaja, siswa juga diarahkan untuk membangun disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja.
"Selama kurang lebih empat bulan magang, seluruh peserta diwajibkan mematuhi tata tertib dan surat pernyataan komitmen yang telah disepakati," katanya lagi.
Jamaluddin Al Afgani menambahkan, melalui Program Magang, BBPP Batangkaluku diharapkan menjadi ruang belajar bagi siswa untuk mengenal agribisnis secara menyeluruh.
"Pengalaman praktik yang diperoleh diharapkan memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja atau merintis usaha mandiri di bidang pertanian," katanya. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]
Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
