UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Alsintan bagi Petani Bone Sulsel

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmer

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Alsintan bagi Petani Bone Sulsel
BBPP BATANGKALUKU: Kegiatan dibuka secara daring oleh Kabalai Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, mengingatkan bahwa pemanfaatan Alsintan menjadi salah satu prioritas mendukung pembangunan pertanian, terutama untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan di sektor pertanian.

 

Bone, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI pada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menggelar Pelatihan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bagi Non Aparatur di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone selama tiga hari, 28 - 30 Oktober 2026. 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, kegiatan pelatihan diikuti oleh 30 orang petani sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengoperasikan serta merawat Alsintan.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya memperkuat swasembada pangan berkelanjutan melalui modernisasi pertanian, dengan menyalurkan Alsintan modern sepanjang 2026 guna meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

"Modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat produksi pangan nasional selama dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Sejalan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa pemanfaatan alat pertanian modern akan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. 

BBPP Batangkaluku
Kegiatan dibuka secara daring oleh Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, yang menyampaikan bahwa pemanfaatan Alsintan menjadi salah satu prioritas mendukung pembangunan pertanian, terutama untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan di sektor pertanian.

Pelatihan membekali peserta dengan materi pengenalan, pemeliharaan dan perawatan berbagai jenis Alsintan mencakup traktor roda dua, traktor roda empat, rice transplanter dan combine harvester yang dipaparkan oleh penyuluh dan praktisi.

"Melalui materi tersebut, peserta diharapkan mampu memahami fungsi, cara penggunaan dan langkah-langkah pemeliharaan Alsintan agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan usaha tani," kata Jamaluddin Al Afgani.

Alsintan saat ini memang menjadi salah satu prioritas utama mendukung pembangunan pertanian. Penggunaan Alsintan dapat meningkatkan efisiensi dan kuantitas pekerjaan. 

Tingkatkan Efisiensi
Jamaluddin Al Afgani mengingatkan, aktivitas yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama jika dilakukan secara manual, dapat diselesaikan lebih cepat dengan bantuan Alsintan.

"Pemanfaatan Alsintan memberikan manfaat pada berbagai tahapan kegiatan pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga panen," katanya. 

Selain mempersingkat waktu pengerjaan, penggunaan Alsintan juga meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan menekan biaya yang dikeluarkan petani.

Melalui pelatihan, ungkap Jamaluddin Al Afgani, BBPP Batangkaluku berharap para petani tidak hanya mengenal berbagai jenis alsintan, juga memiliki kemampuan dasar dalam pemeliharaan dan perawatannya. 

"Dengan demikian, pemanfaatan alsintan di tingkat petani dapat berjalan lebih optimal, mendukung peningkatan produktivitas, serta mempercepat modernisasi pertanian menuju swasembada pangan berkelanjutan," ungkap Jamaluddin Al Afgani. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

Bone of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.