Sinergi Kementan - TNI AD, UPT Kementan Gembleng Prajurit Kodam XIV Hasanuddin

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Sinergi Kementan - TNI AD, UPT Kementan Gembleng Prajurit Kodam XIV Hasanuddin
BBPP BATANGKALUKU: Kabalai Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani [kiri atas] apresiasi antusias prajurit Kodam XIV Hasanuddin - Makassar mengikuti ´Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertahanan Pangan (Hanpangan) didampingi para Widyaiswara dan petugas lapangan BBPP Batangkaluku.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi SDM pertanian melalui ´Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertahanan Pangan (Hanpangan) bagi prajurit TNI AD pada Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin Makassar, Kamis (15/10) yang berlangsung di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan pelatihan digelar oleh Kementerian Pertanian RI (Kementan) bagi 160 prajurit Kodam XVI Hasanuddin Makassar, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis pertanian guna mendukung upaya penguatan ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya keterlibatan TNI dalam mendukung program pertanian nasional. 

"Kedisiplinan, kerja keras dan kesiapan menjalankan tugas yang dimiliki prajurit TNI AD menjadi modal penting mempercepat pelaksanaan program pertanian di lapangan," katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya membangun SDM pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan TNI AD.

"Sebagai lembaga pelatihan pertanian, BBPP Batangkaluku mendukung peningkatan kapasitas peserta dengan menyediakan fasilitas pelatihan dan menghadirkan widyaiswara sebagai pemateri," katanya. 

BBPP Batangkaluku
Kedatangan panitia dan peserta disambut oleh Widyaiswara Madya, Sugeng Mulyono mewakili Kabalai Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani yang menyambut kedatangan peserta pelatihan dilanjutkan pembukaan kegiatan pelatihan.

"Kegiatan pelatihan memungkinkan peserta memperoleh pembekalan teknis, yang dapat menjadi bekal pelaksanaan tugas mendukung program ketahanan pangan," katanya.

Sugeng Mulyono dalam sambutannya mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi Kementan dan TNI AD, untuk memperkuat kapasitas SDM militer di bidang pertanian.

“Selamat datang kepada seluruh panitia dan peserta Bimtek Hanpangan Kompi Kodam XIV Hasanuddin di BBPP Batangkaluku. Kami menyambut baik kegiatan pelatihan sebagai bentuk sinergi mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.

Dia berharap pembekalan yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknik budidaya tanaman padi dan penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan). 

"Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung peningkatan produksi pertanian di lapangan," katanya.

Budidaya Padi
Kabalai Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, materi Bimtek fokus pada teknik budidaya tanaman padi dan pemanfaatan alsintan. 

"Peserta diperkenalkan pada penerapan teknik budidaya yang tepat serta penggunaan mekanisasi pertanian untuk mendukung kegiatan usaha tani," katanya.

Pemanfaatan Alsintan, kata Jamaluddin Al Afgani menjadi bagian penting dalam pembelajaran, karena dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat tahapan budidaya dan mengoptimalkan pengelolaan lahan. 

"Pemahaman terhadap teknologi tersebut diharapkan dapat memperluas kemampuan peserta dalam mendukung kegiatan pertanian secara lebih efektif," ungkapnya lagi.

Menurutnya, melalui kegiatan pelatihan, BBPP Batangkaluku tidak hanya berperan sebagai penyedia fasilitas pelatihan, juga sebagai pusat pembelajaran yang mendukung peningkatan kompetensi SDM lintas sektor. 

"Pembekalan teknis bagi prajurit TNI menjadi salah satu bentuk kontribusi lembaga pelatihan dalam memperluas jangkauan pendidikan pertanian dan memperkuat kolaborasi antarlembaga," kata Jamaluddin Al Afgani.

Dia mengharapkan, sinergi BBPP Batangkaluku dan Kodam XIV Hasanuddin dapat mendukung kesiapan SDM dalam pelaksanaan kegiatan pertanian, sekaligus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. [fauzan/ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.