Dukung Pertanian Modern, Kementan Perkuat Kompetensi Operator Drone
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Gowa, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku memfasilitasi ´Pelatihan Operator Drone Pertanian´ mendukung Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang diinisiasi PT Enersky Innovation bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan pelatihan berlangsung dua hari, 7 - 8 Oktober 2026 diikuti 20 peserta plus tiga pegawai BBPP Batangkaluku yang turut meningkatkan kompetensi di bidang teknologi pertanian modern.
Percepatan penerapan teknologi presisi ini sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang terus mendorong modernisasi pertanian secara masif dari hulu hingga hilir.
Mentan Amran menyebut teknologi drone berpotensi dimanfaatkan untuk mengangkut gabah di daerah, yang belum memiliki jalan usaha tani sehingga distribusi hasil panen lebih efisien.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, penguasaan teknologi harus diiringi peningkatan kualitas SDM pertanian.
“Ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi pada manusia yang mengoperasikan dan memanfaatkannya. SDM pertanian harus adaptif, kreatif, dan mampu menerapkan teknologi secara efektif,” katanya.
BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, hadir memberikan sambutan sekaligus apresiasi PT Enersky Innovation dan Unhas Makassar atas kepercayaan menjadikan BBPP Batangkaluku sebagai lokasi pelatihan.
Dia juga menyambut baik keikutsertaan pegawai BBPP Batangkaluku untuk memperkuat kapasitas SDM internal.
Jamaluddin Al Afgani menegaskan, penggunaan drone menjadi salah satu langkah nyata mendukung mekanisasi pertanian, mulai dari proses tanam hingga penyemprotan.
"Teknologi drone dinilai efisien, dengan satu unit drone mampu mengerjakan lahan seluas sekitar satu hektare dalam waktu 30 menit," katanya lagi.
Kendati demikian, Jamaluddin Al Afgani mengingatkan, pengoperasian drone membutuhkan ketelitian dan keterampilan tinggi karena memiliki risiko tersendiri.
“Mengoperasikan drone membutuhkan keahlian khusus karena tingkat risikonya tinggi,” katanya.
Perbanyak Praktik
Jamaluddin Al Afgani meminta seluruh peserta pelatihan memanfaatkan pelatihan untuk memperbanyak praktik langsung.
Setiap peserta diwajibkan mengoperasikan remote control secara mandiri agar memiliki keterampilan dan kepercayaan diri saat kembali ke daerah masing-masing.
Menutup sambutannya, Jamaluddin menekankan pentingnya kaderisasi dan transfer pengetahuan agar keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan lebih luas.
“Peserta diharapkan tidak menyimpan ilmunya sendiri, melainkan membagikan keterampilan tersebut kepada rekan sejawat maupun kelompok tani binaan agar pengoperasian teknologi drone di daerah tidak bergantung pada satu orang saja,” harapnya. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]
Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
