Pacu Kinerja Petani, UPT Kementan gelar Pelatihan PM-AAS di Polman Sulbar

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Pacu Kinerja Petani, UPT Kementan gelar Pelatihan PM-AAS di Polman Sulbar
BBPP BATANGKALUKU: Kabalai Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi peserta memahami dan menerapkan sistem budidaya padi yang lebih efektif, efisien, terukur dan berorientasi pada peningkatan hasil produksi.

 

Polewali Mandar, Sulbar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mendorong transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi dan sistem budidaya modern guna meningkatkan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan upaya tersebut ditempuh Kementan pada ´Pelatihan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS)´ untuk Budidaya Padi Angkatan VI di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). 

Pelatihan metode PM-AAS digelar oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku di Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar selama tiga hari, 14 - 6 Oktober 2026. 

Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas petani padi, kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), petani milenial dan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. 

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa modernisasi pertanian menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat swasembada pangan.
 
“Pertanian modern harus mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan memberikan nilai tambah bagi petani. Penerapan teknologi perlu diiringi peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata,” katanya.

Penerapan PM-AAS tidak hanya berfokus pada penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan), juga mencakup teknik budidaya yang tepat, pengelolaan sarana produksi secara efisien, serta penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan. 

Melalui pelatihan ini, kata Mentan Amran, peserta diharapkan mampu memahami keterkaitan antara pemanfaatan teknologi, pengelolaan usaha tani, dan peningkatan produktivitas padi.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, yang menekankan pentingnya pelatihan disertai pendampingan berkelanjutan oleh penyuluh. 

“Peningkatan kompetensi petani harus diikuti penerapan langsung di lapangan. Penyuluh berperan penting mendampingi petani mengadopsi teknologi dan teknik budidaya modern sesuai kondisi wilayah, sehingga penerapan PM-AAS dapat memberikan dampak nyata bagi produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya.

BBPP Batangkaluku
Kabalai Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi peserta memahami dan menerapkan sistem budidaya padi yang lebih efektif, efisien, terukur dan berorientasi pada peningkatan hasil produksi.

"Dalam pelaksanaannya, pelatihan menggunakan metode pembelajaran partisipatif melalui ceramah, diskusi, curah pendapat, praktik dan metode lain yang disesuaikan kebutuhan peserta," katanya.

Pendekatan tersebut, ungkap Jamaluddin Al Afgani, diharapkan dapat memperkuat pemahaman sekaligus meningkatkan keterampilan teknis petani menerapkan sistem budidaya padi modern.

Sebagai salah satu UPT Pusat Pelatihan di bawah BPPSDMP Kementan, BBPP Batangkaluku berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. 

"Penguatan kapasitas petani menjadi bagian penting mempercepat adopsi inovasi pertanian serta mendorong pengelolaan usaha tani yang lebih produktif dan efisien," ungkap Jamaluddin Al Afgani.

Petani Polman Sulbar
Koordinator Penyuluh Pattaru menyampaikan apresiasi dan rasa senangnya atas pelaksanaan Pelatihan PM-AAS Budidaya Padi di wilayahnya. 

Menurutnya, program tersebut menjadi peluang penting bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan teknologi serta teknik budidaya modern, terlebih Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah satu daerah penyangga dan lumbung pangan di Sulbar.

“Kami sangat senang dengan adanya program PM-AAS, karena sangat dibutuhkan oleh petani di wilayah kami. Polewali Mandar merupakan salah satu lumbung pangan di Sulbar, sehingga peningkatan produktivitas padi menjadi hal yang sangat penting," katanya. 

Dia berharap melalui pelatihan, petani semakin memahami penerapan pertanian modern didukung pendampingan penyuluh agar teknologi yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

Melalui Pelatihan PM-AAS Budidaya Padi Angkatan VI, peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di wilayah masing-masing dengan dukungan pendampingan penyuluh pertanian. 

Sinergi antara petani, penyuluh, dan kelembagaan pertanian diharapkan mampu mempercepat penerapan pertanian modern, meningkatkan hasil produksi padi, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

Polewali Mandar of West Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.