Nilai Tambah Produk, UPT Kementan Latih Petani dan Pelaku Usaha Kelapa Bulukumba

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmer

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Nilai Tambah Produk, UPT Kementan Latih Petani dan Pelaku Usaha Kelapa Bulukumba
BBPP BATANGKALUKU: Kabalai Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani membuka kegiatan pelatihan dibuka secara daring, yang berharap pelatihan dapat dimanfaatkan peserta untuk memperoleh informasi dan pengetahuan baru mendukung pengembangan usaha kelapa di Bulukumba, Sulsel.

 

Bulukumba, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI pada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menggelar ´Pelatihan Agribisnis Kelapa Dalam bagi Non Aparatur´ di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) selama tiga hari, 28 -30 Oktober 2026.

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, kegiatan pelatihan diikuti oleh petani dan pelaku usaha kelapa, sebagai upaya meningkatkan kompetensi mengembangkan agribisnis kelapa. 

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan kelapa adalah komoditas rakyat yang melibatkan jutaan petani. Fondasinya harus dibenahi dulu, mulai dari kebunnya. 

"Setelah itu, pengembangan harus dilakukan terintegrasi dari hulu hingga hilir agar benar-benar memberi nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan penyuluh berperan krusial sebagai jembatan teknologi dalam transformasi tersebut.

“Penyuluh harus mampu mendampingi petani agar tidak hanya fokus pada budidaya, juga mulai mengembangkan aspek pengolahan dan peningkatan daya saing produk di pasar global. Sinergi data teknis dan pendampingan lapangan menjadi fondasi swasembada pangan berkelanjutan,” katanya.

BBPP Batangkaluku
Kegiatan pelatihan dibuka secara daring oleh Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani dalam sambutannya, berharap pelatihan dapat dimanfaatkan peserta untuk memperoleh informasi dan pengetahuan baru yang mendukung pengembangan usaha kelapa.

"Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik, mendapatkan informasi dan pengetahuan yang bermanfaat, serta meningkatkan kompetensi," katanya.

Jamaluddin Al Afgani juga mengajak peserta untuk aktif berdiskusi dan berinteraksi dengan para pengajar agar materi yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan di lapangan.

"Pelatihan menghadirkan materi perencanaan dan pelaksanaan budidaya tanaman kelapa serta teknik panen dan pascapanen," katanya lagi.

Melalui materi tersebut, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha kelapa, mulai dari proses budidaya hingga penanganan hasil panen yang dipaparkan langsung oleh praktisi maupun penyuluh.

Kelapa Bulukumba
Pada penutupan kegiatan, Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluhan Pertanian Kabupaten Bulukumba, Abbas, mengungkapkan bahwa Kecamatan Herlang memiliki kontribusi paling besar terhadap produktivitas kelapa dalam di Kabupaten Bulukumba.

Menurutnya, pemahaman petani terhadap teknik budidaya kelapa sudah cukup baik, namun pengembangan hilirisasi produk masih menjadi hal yang perlu ditingkatkan.

"Pada dasarnya, petani kita sudah memahami bagaimana membudidayakan tanaman kelapa, namun, yang masih perlu ditingkatkan adalah hilirisasi produknya," katanya.

Tentang bagaimana seluruh bagian tanaman kelapa dapat diolah dan memiliki nilai ekonomis, sehingga tidak ada bagian yang terbuang.

Abbas berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi peserta, untuk mengembangkan usaha kelapa, terutama menciptakan produk turunan yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar.

Kabalai Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani berharap berharap petani dan pelaku usaha kelapa di Kecamatan Herlang. Bulukumba tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas melalui penerapan budidaya yang baik, juga mengembangkan pengolahan hasil untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas kelapa dalam. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

Bulukumba of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.