Nostalgia di Unhas, Mentan: Mahasiswa Harus Bermimpi Besar

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia Government

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Nostalgia di Unhas, Mentan: Mahasiswa Harus Bermimpi Besar
BPPSDMP KEMENTAN: Mentan Amran juga berbagi kisah perjalanan akademiknya di Unhas, mulai dari ruang kuliah, tempat ia belajar dan berproses, hingga pengalaman jatuh bangun yang membentuk karakternya hari ini. Kampus adalah ruang penting untuk menumbuhkan integritas, disiplin dan keyakinan bahwa kerja keras selalu membuahkan hasil.

Makassar, Sulsel (B2B) - Dalam Upacara Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-69 Universitas Hasanuddin (Unhas), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyempatkan menyambangi Fakultas Pertanian Unhas. Tidak hanya bernostalgia, Mentan Amran juga memasuki ruang kelas dan memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa.

Sebagai alumni sekaligus Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unhas, Mentan Amran menekankan pentingnya keberanian bermimpi besar dan keteguhan sikap dalam meraih cita-cita.

“Harus mimpi besar, bertindak persisten, insyaallah sukses. Bisa ya?” ujarnya yang langsung disambut sorak semangat para mahasiswa baru yang mengikuti program  Basic Learning Skills, Character and Creativity (BALANCE) pada Sabtu (13/9/2025).

Mentan Amran juga berbagi kisah perjalanan akademiknya di Unhas, mulai dari ruang kuliah, tempat ia belajar dan berproses, hingga pengalaman jatuh bangun yang membentuk karakternya hari ini. 

Menurutnya, kampus adalah ruang penting untuk menumbuhkan integritas, disiplin, serta keyakinan bahwa kerja keras selalu membuahkan hasil.

“Tekanan itu bukan melemahkan. Berlian lahir dari tekanan besar. Begitu pula kita, harus berani menghadapi tekanan, karena itu yang akan membentuk kita menjadi lebih baik,” ucapnya.

Mentan Amran menutup dengan pesan agar mahasiswa Unhas senantiasa menjaga semangat dan kontribusi. 

“Jangan takut bermimpi besar. Dari kampus inilah lahir pemimpin, penggagas, dan pejuang masa depan. Mari bersama kita buktikan, anak bangsa bisa membawa Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Drg. Muhammad Ruslin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mentan Amran. 

Dia menilai pertemuan mahasiswa baru dengan tokoh nasional yang juga alumni Unhas akan menumbuhkan rasa bangga sekaligus motivasi untuk berkontribusi lebih luas bagi bangsa.

“Kehadiran Pak Menteri memberi inspirasi nyata bagi mahasiswa baru bahwa perjuangan dan impian besar bisa dimulai dari bangku kuliah di Unhas,” ujarnya.

Seperti diketahui, Mentan Amran memberikan orasi ilmiah dalam Upacara Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-69 Unhas. Ia mendorong agar kampus melahirkan generasi unggul untuk membangun Indonesia.

“Sebagai Ketua IKA, saya mengimbau kepada seluruh dosen untuk mendidik generasi kita dengan kualitas luar biasa, bahkan kalau perlu secara eksponensial. Karena mereka inilah yang kelak akan menggantikan kita dan meneruskan perjuangan Republik Indonesia,” ungkapnya

Jakarta [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.