Penyuluh Garda Terdepan Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan
The Agricultural Library Support Indonesian Farmers in Achieving Food Self-sufficiency
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Di tengah ancaman perubahan iklim, gejolak pangan global, dan tuntutan peningkatan produksi nasional, peran Penyuluh Pertanian kian strategis sebagai jembatan pengetahuan antara inovasi pertanian dan praktik di lapangan.
Kepala BB Pustaka Kementan, Eko Nugroho DP mengatakan dari tangan para penyuluh, informasi, teknologi dan semangat swasembada pangan diterjemahkan menjadi aksi nyata di sawah, kebun, dan lahan petani.
Upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya ketahanan pangan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan krisis geopolitik global demi menjaga keberlanjutan pangan nasional.
"Pemerintah melakukan percepatan program swasembada untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim dan krisis geopolitik,” katanya.
Sejalan dengan Mentan Amran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa perubahan iklim ekstrem meningkatkan risiko gagal panen akibat fluktuasi suhu, perubahan pola curah hujan, dan kejadian cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.
“Fenomena ini menjadi ancaman nyata bagi sektor pertanian Indonesia, sehingga sesuai arahan Mentan diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap iklim,” ujarnya.
BB Pustaka
Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementan (BB Pustaka) Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan, peran penyuluh pertanian tidak hanya terbatas pada kegiatan penyuluhan di lapangan, juga mencakup evaluasi program, pengembangan metode penyuluhan, serta adaptasi terhadap kemajuan teknologi, kebijakan pertanian terbaru, dan dinamika kebutuhan pasar.
"Kompleksitas tugas tersebut menuntut peningkatan kapasitas SDM pertanian secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pelatihan bagi penyuluh pertanian tidak boleh bersifat statis, melainkan harus responsif, adaptif, dan relevan dengan kondisi aktual yang dihadapi petani," katanya.
Menjawab kebutuhan tersebut, BB Pustaka menggelar kegiatan Kemas Ulang Informasi bertajuk ´Pembuatan Infografis Pertanian Menggunakan Aplikasi Canva´ di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wilayah VI Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (09/02). Kegiatan diikuti oleh para penyuluh pertanian setempat.
Melalui pelatihan ini, kata Eko Nugroho, para peserta dibekali keterampilan dalam mengolah informasi teknis pertanian menjadi infografis yang menarik, ringkas, dan mudah dipahami.
Pemanfaatan aplikasi Canva diharapkan dapat membantu penyuluh menyampaikan materi penyuluhan secara lebih efektif, khususnya kepada petani milenial dan masyarakat tani yang semakin akrab dengan media visual dan digital.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya transformasi layanan informasi pertanian, dimana perpustakaan tidak hanya berperan sebagai penyedia bahan bacaan, tetapi juga sebagai pusat pengemasan dan diseminasi informasi yang inovatif.
Dengan peningkatan kapasitas penyuluh melalui pemanfaatan teknologi informasi, diharapkan proses transfer pengetahuan kepada petani dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi nyata terhadap pencapaian swasembada pangan nasional. [shinta/timhumas bbpustakakementan]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
