SDM Profesional, UPT Pelatihan Kementan Sertifikasi 28 Penyuluh Swadaya Takalar
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Gowa, Sulsel (B2B) - Upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme SDM pertanian terus diperkuat Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui pengembangan kompetensi penyuluh di seluruh Indonesia.
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan upaya serupa dilaksanakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan menggelar ´Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian Level Supervisor bagi Penyuluh Swadaya´ dari Kabupaten Takalar, Sulsel selama tiga hari, 19 - 21 Mei 2026.
Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya peran penyuluh mendukung percepatan pembangunan pertanian dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Peran penyuluh pertanian sangat vital dalam mendampingi petani dan mendorong percepatan Luas Tambah Tanam disingkat LTT,” katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan.
"Ppeningkatan kapasitas SDM penyuluhan menjadi faktor penting memperkuat produktivitas pertanian nasional," katanya.
BBPP Batangkaluku
Pada pembukaan kegiatan, Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani diwakili Ketua Kelompok Substansi (Kakelai) Penyelenggaraan Pelatihan, Yuli Nurnaningsih bahwa sertifikasi dilakukan melalui asesmen kompetensi.
"Mengacu pada standar profesional untuk memastikan kemampuan teknis dan manajerial para peserta," katanya.
Sertifikasi kompetensi, katanya lagi, menjadi momentum bagi peserta untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan profesionalnya.
“Diharapkan seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik pada setiap tahapan asesmen," ungkap Yuli Nurnaningsih mengutip arahan Kabalai BBPP Batangkaluku.
Menurutnya, sertifikasi bukan hanya pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki, juga mendorong penyuluh untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pendampingan kepada petani.
LSP Pertanian
Guna menjaga kredibilitas hasil sertifikasi, proses uji kompetensi melibatkan tiga asesor profesional dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian.
Para asesor melakukan penilaian terhadap aspek teknis, manajerial hingga kemampuan penyusunan program penyuluhan.
Salah satu peserta, Harianto, mengaku kegiatan sertifikasi memberikan pengalaman baru sekaligus evaluasi terhadap kemampuan kerja penyuluh sesuai standar kompetensi yang berlaku.
“Selain menjadi sarana pengukuran kemampuan, sertifikasi juga memotivasi kami untuk terus meningkatkan kapasitas mendampingi petani, menyusun program penyuluhan hingga memberi solusi atas berbagai permasalahan di lapangan,” katanya.
Melalui sertifikasi kompetensi level supervisor, penyuluh swadaya diharapkan tidak hanya memperoleh pengakuan atas kompetensi yang dimiliki, juga semakin cakap merencanakan, mengelola dan evaluasi program penyuluhan pertanian secara efektif.
Peningkatan kapasitas penyuluh diyakini akan berdampak langsung terhadap produktivitas usaha tani, kesejahteraan petani, serta percepatan pembangunan pertanian berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Takalar.[ilham/timhumas bbppbatangkaluku]
Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
