Tingkatkan Pelayanan, UPT Pelatihan Kementan gelar Forum Konsultasi Publik

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Tingkatkan Pelayanan, UPT Pelatihan Kementan gelar Forum Konsultasi Publik
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani dalam sambutannya menegaskan, kegiatan FKP bertujuan membangun pemahaman bersama serta menemukan solusi antara BBPP Batangkaluku dan masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Dalam upaya meningkatkan kualitas dan standar pelayanan publik, Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) tahun 2026 bertempat di Aula Hasanuddin di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis (12/2).

Kegiatan FKP dihadiri oleh Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Zuroqi Mubarol yang diwakili oleh Ketua Kelompok Hukum dan Hubungan Masyarakat BPPSDMP, Ifan Muttaqien; pengguna layanan, mitra kerja, akademisi dan unsur internal BBPP Batangkaluku.

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kehadiran peserta FKP yang memberikan masukan, saran dan kritik konstruktif demi peningkatan kualitas layanan publik di bidang pelatihan pertanian.

Kepentingan dan kepuasan publik menjadi harapan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang menekankan bahwa layanan publik di bidang pertanian harus menjadi model bagi sektor lain, mengingat peran pentingnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Semua layanan publik di bawah Kementan harus berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan," katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti yang menilai kolaborasi sangat penting, dan meyakini sinergi dengan banyak pihak akan menghasilkan dampak nyata. 

BBPP Batangkaluku

Upaya Kementan menjadi komitmen BBPP Batangkaluku, yang dikemukakan Kabalai Jamaluddin Al Afgani dalam sambutannya, bahwa pelaksanaan FKP bertujuan membangun pemahaman bersama serta menemukan solusi antara BBPP Batangkaluku dan masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan.

“Sasaran pelaksanaan FKP adalah memperoleh bahan masukan dari publik sebagai dasar perumusan dan perbaikan kebijakan penyelenggaraan pelayanan publik maupun pelatihan pertanian di BBPP Batangkaluku,” katanya.

Jamaluddin Al Afgani menambahkan, upaya peningkatan kualitas pelayanan tersebut diperkaya dengan masukan dari lembaga pengawas pelayanan publik, Ombudsman RI (ORI) untuk memastikan standar layanan yang diterapkan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Kepala Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan ORI Perwakilan Sulawesi Selatan, Herwin Gunawan, menyampaikan bahwa pelayanan prima merupakan pelayanan yang diberikan dengan kualitas melebihi harapan pengguna layanan.

"Oleh karena itu, pegawai yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus memahami organisasi, produk layanan, serta karakteristik pengguna layanan," katanya.

Herwin Gunawan menambahkan, terdapat enam faktor utama keberhasilan dalam mendukung pemberian pelayanan publik yaitu komitmen pimpinan, visi bersama, pengembangan diri aparatur, pelibatan masyarakat, strategi komunikasi efektif, monitoring dan evaluasi perkembangan berkelanjutan.

Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan berita acara bersama seluruh stakeholder dan penandatangan perjanjian kerjasama antara Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas) dengan BBPP Batangkaluku. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

Jakarta [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.