Bantaeng Dukung YESS Optimalkan Potensi Pertanian Daerah

Millennial Farmers are the Target of Developing Indonesian Agricultural HR

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Bantaeng Dukung YESS Optimalkan Potensi Pertanian Daerah
PETANI MILENIAL: Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menaruh harapan pada YESS didukung IFAD untuk regenerasi petani dan pengembangan generasi milenial di pedesaan [Foto: Pusdiktan BPPSDMP]

Bantaeng [B2B] - Potensi pertanian Kabupaten Bantaeng di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya hortikultura sangat berlimpah, Wakil Bupati H Sahabuddin menyambut baik dan mendukung penuh Program Youth Entrepreneuship and Employment Support Services Programme [YESS] untuk mendorong generasi milenial ke sektor pertanian.

"Hadirnya Program YESS di Bantaeng menjadi harapan regenerasi petani, relevan bagi 203 ribu warga Bantaeng yang mayoritas petani, sehingga kita harus menyambut penuh optimistis program ini demi kemajuan Bantaeng di sektor pertanian," kata H Sahabuddin saat membuka District Multi-Stakeholder Forum [DMF] di Bantaeng, belum lama ini.

Sahabudin mengharapkan para pemangku kepentingan dapat bekerjasama agar Program YESS berjalan sesuai dengan visi dan misinya. "Mari kita bersama-sama menguatkan kerjasama untuk mengeksplorasi dan mengoptimalkan potensi pertanian Bantaeng."

Program YESS digelar oleh Kementerian Pertanian RI, khususnya Pusat Pendidikan Pertanian [Pusdiktan] dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] selaku National Project Management Unit [NPMU] dari YESS 2020, didukung Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian [International Fund for Agricultural Development/IFAD]. 

Sementara kegiatan di Bantaeng dan kabupaten lain digelar oleh District Project Implementation Unit [DPIU] di bawah koordinasi Provincial Project Implementation Unit [PPIU].

Kegiatan DMF di Bantaeng berlangsung Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng dihadiri 57 peserta, terdiri atas perwakilan dinas-dinas terkait, PPIU Sulawesi Selatan, perwakilan NPMU,

Balai Penyuluhan Pertanian [BPP], pimpinan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya [P4S] setempat, dan duta milenial pertanian di antaranya Sandi Octa Susila dan Abdul Rahman.

PPIU Project Manager YESS untuk Sulawesi Selatan, Syaifuddin mengharapkan seluruh elemen masyarakat Bantaeng mendukung keberlangsungan dan keberhasilan Program YESS. "Regenerasi petani tidak akan berhasil tanpa dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah kabupaten yang mengetahui potensi SDM dan SDA."

Hal itu sejalan dengan arahan Kepala Pusdiktan Idha Widi Arsanti tentang peran vital dukungan pemerintah daerah pada pengembangan generasi milenial dan wirausahawan pertanian mengantisipasi tantangan global di era digital.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menaruh harapan pada YESS didukung IFAD untuk regenerasi petani dan pengembangan generasi milenial di pedesaan. Caranya, melalui fasilitasi dan bimbingan menjadi wirausahawan/tenaga kerja profesional di sektor pertanian.

Hal itu digarisbawahi oleh Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi bahwa keberhasilan YESS diharapkan bukan hanya menjadi model program pembangunan pemuda di Indonesia, melainkan juga menjadi percontohan untuk negara penerima bantuan dari IFAD.

"Pertanian di seluruh dunia menghadapi problem sama, menurunnya minat generasi milenial ke sektor pertanian. Sinergi pemerintah pusat dan daerah diyakini akan memicu minat milenial kembali ke pertanian," kata Dedi.

Hal itu diamini oleh duta petani milenial [DPM] Sandi Octa Susila dan Abdul Rahman yang memberi motivasi kepada para peserta DMF agar dapat menumbuhkan jiwa wirausaha mereka di bidang pertanian. 

“Sektor pertanian adalah sektor paling bonafit dan tidak mudah terkontraksi oleh kondisi apapun. Keliru kalau ada anggapan bahwa lapangan kerja di sektor pertanian tidak menjanjikan," kata Sandi OS. [Vtr]

Bantaeng of South Sulawesi [B2B] - Indonesian government in the next five years prioritizes the development of human resources that are ready to face globalization in the era of industrialization 4.0, carry out its role to develop millennial farmers who understand information and communication technology, according to the senior official of the agriculture ministry.