Sektor Pertanian Terus Bekerja Hadapi Pandemi Covid-19

Indonesia Agricultural Extension Connected through the KostraTani

Reporter : Kemal Agus Praghotsa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Sektor Pertanian Terus Bekerja Hadapi Pandemi Covid-19
BPP KOSTRATANI: Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi [Foto: BPPSDMP]

Sumbawa, NTB [B2B] - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Komisi IV DPR RI terus mendukung para penyuluh serta petani, agar tetap berproduksi ditengah pandemi Covid-19 sehingga ketahanan pangan terjaga.

Kementerian Pertanian juga menggenjot pertanian di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat [NTB] atas potensi pertanian yang sangat bagus, terutama tanaman jagung dan padi serta ternak.

"Kita terus memberi motivasi baik fasilitas maupun jaminan, agar mereka tetap digaris terdepan menopang perekonomian Indonesia. Jangan sampai saat kondisi ini petani dan penyuluh loyo, sehingga ketahanan pangan akan hilang," kata Anggota Komisi IV DPR RI, HM Syafrudin

Hal itu dikemukakan oleh Anggota Komisi IV DPR RI HM Syafrudin didampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Kementan, Dedi Nursyamsi pada pembukaan Bimbingan Teknis [Bimtek] penguatan kelembagaan ekonomi petani/koperasi bagi penyuluh pertanian. Sekaligus meluncurkan Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] KostraTani Labangka, NTB, Sabtu [14/11].

Dedi Nursyamsi selaku Kepala BPPSDMP Kementan, mengatakan bimtek merupakan kelembagaan dan korporasi bagi penyuluh dan koordinator akan terus dilakukan.

"Ke depan secara periodik Bimtek akan dilakukan baik virtual maupun langsung. Agar penyuluh tetap semangat meningkatkan produktivitas, pengetahuan, keterampilan, dan kapasitasnya. Awal Januari nanti Bimtek akan dilakukan secara masif di Kabupaten Sumbawa agar produktivitas pertanian ditingkatkan melalui pemberdayaan penyuluh dan program Komando Strategis Pembangunan Pertanian [KostraTani]," kata Dedi.

Menurutnya, di Sumbawa, NTB akan dilakukan pengembangan food estate melalui pembangunan korporasi. Karena korporasi adalah bisnis, maka kelompok tani [Poktan] dan gabungan kelompok tani [Gapoktan] harus diperkuat kelembagaannya.

"Kita harus pikirkan bagaimana mengembangkan olahan jagung karena disini banyak tanam jagung untuk hilirnya distribusi dan pemasarannya seperti pengembangan pabrik pakan ternak. Dukungan komisi IV DPR merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan pertanian juga pemerintah daerah [Pemda], penyuluh dan petani," kata Dedi Nursyamsi

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL], mengatakan peran BPP akan dimaksimalkan oleh KostraTani

"KostraTani adalah pusat gerakan Pembangunan pertanian, serta tempat petani berkonsultasi dan belajar," kata Mentan Syahrul.

Sumbawa of West Nusa Tenggara [B2B] - Indonesian government in the next five years prioritizes the development of human resources that are ready to face globalization in the era of industrialization 4.0, carry out its role to develop millennial farmers who understand information and communication technology, according to the senior official of the agriculture ministry.