Mentan Amran Pimpin Bapanas, Pangan Harus Bergerak Cepat dan Terpadu

Indonesian Govt Support the Farmers to Increase Food Production across the Country

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Mentan Amran Pimpin Bapanas, Pangan Harus Bergerak Cepat dan Terpadu
BPPSDMP KEMENTAN: Mentan Amran Sulaiman menegaskan, integrasi koordinasi Bapanas dengan Kementan akan mempercepat pelaksanaan kebijakan pangan dari hulu ke hilir, mulai dari peningkatan produksi, distribusi, hingga stabilisasi harga.

Jakarta (B2B) - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman resmi menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) setelah dilaksanakannya Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Arief Prasetyo Adi kepada Amran di Kantor Bapanas, Jakarta, Senin (13/10). 

Prosesi srtijab turut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang menegaskan pentingnya kerja satu arah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kedaulatan dan swasembada pangan nasional.

Dalam arahannya, Menko Zulhas menekankan bahwa seluruh jajaran kementerian dan lembaga harus bekerja dengan satu visi dan satu komando yang diarahkan langsung oleh Presiden. Ia menyebut, langkah strategis Presiden untuk memperkuat kemandirian pangan dan energi berbasis sumber daya dalam negeri merupakan misi besar yang membutuhkan soliditas dan kecepatan dalam pelaksanaan.
 
“Kita semua pembantu Presiden. Tidak boleh punya misi sendiri. Yang berdaulat adalah Presiden, dan kita harus bekerja satu arah untuk mewujudkan swasembada pangan,” kata Menko Zulhas.
 
Ia juga menyoroti bahwa perubahan besar sedang dijalankan pemerintah di bidang pangan, termasuk pengembangan energi terbarukan seperti bioetanol dan biofuel yang memberi dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan.
 
“Ini bukan tugas ringan, tapi perubahan besar yang harus dijalankan bersama. Tanpa pangan, tidak mungkin kita berdaulat. Karena itu, seluruh sektor harus bergerak satu komando untuk memastikan visi Presiden berjalan,” tegasnya.
 
Sementara itu, Amran menyampaikan apresiasi kepada Arief Prasetyo Adi atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin Bapanas. Amran menyebut Arief sebagai sosok muda berintegritas tinggi, pekerja keras, dan sahabat lama yang telah meletakkan fondasi kuat dalam membangun sistem ketahanan pangan nasional.
 
“Pak Arief ini sahabat saya sejak sepuluh tahun lalu, sejak beliau masih di Food Station. Beliau pekerja keras, cerdas, dan punya integritas tinggi. Kinerja terbaik beliau jadi bekal kuat untuk kita lanjutkan. Insya Allah, jika tidak ada aral melintang, dua sampai tiga bulan ke depan kita bisa wujudkan target besar swasembada pangan. Ini kerja kita semua, satu komando di bawah Presiden,” ujar Amran.
 
Amran menegaskan, integrasi koordinasi Bapanas dengan Kementan akan mempercepat pelaksanaan kebijakan pangan dari hulu ke hilir, mulai dari peningkatan produksi, distribusi, hingga stabilisasi harga. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi birokrasi dan mempercepat capaian target nasional.
 
“Kami hanya menjalankan perintah Presiden. Dengan sistem yang lebih efisien dan terkoordinasi, kami ingin memastikan setiap kebijakan pangan memberi manfaat langsung bagi petani dan masyarakat,” tambah Amran.
 
Dalam kesempatan yang sama, Arief Prasetyo Adi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan Presiden Prabowo Subianto serta dukungan seluruh pihak selama masa kepemimpinannya.
 
“Selamat dan sukses untuk sahabat saya, Pak Amran. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan kekuatan dalam menuntaskan amanah besar ini. Kita semua punya satu tujuan, menyukseskan visi Presiden Prabowo untuk swasembada pangan dan kesejahteraan rakyat,” tutur Arief.

Jakarta [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.