Mentan Amran Ajak Anak Muda Bangun Pertanian, IKA BEM Nusantara Siap Bergerak
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesian Agriculture Ministry
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Jakarta (B2B) - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda mengambil peran sebagai pelaku utama pembangunan pertanian nasional.
Sektor pertanian tidak lagi identik dengan cara-cara konvensional, tetapi bertransformasi menjadi sektor modern berbasis teknologi yang membuka peluang besar bagi anak muda untuk berwirausaha, berinovasi, sekaligus berkontribusi mewujudkan swasembada pangan.
Ajakan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menerima audiensi Pengurus Besar Ikatan Alumni (IKA) BEM Nusantara di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (27/7).
Mentan Amran menegaskan bahwa masa depan pertanian Indonesia sangat bergantung pada lahirnya generasi muda yang berani terjun ke sektor pertanian dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi modern.
Menurutnya, regenerasi petani tidak cukup hanya mengajak anak muda turun ke sawah, tetapi harus dibarengi dengan perubahan cara pandang bahwa pertanian merupakan sektor bisnis modern yang menjanjikan.
"Jangan biasakan bergantung pada proposal atau meminta bantuan. Bangun kemampuan, ciptakan karya, dan jadilah pencipta lapangan kerja," kata Mentan.
"Kalau punya kemampuan, peluang akan datang dengan sendirinya."
Dukungan Mahasiswa
Ajakan tersebut mendapat respons positif dari Pengurus Besar IKA BEM Nusantara. Ketua Umum PB IKA BEM Nusantara, Tomy Suswanto, mengaku mendapatkan banyak inspirasi setelah berdialog langsung dengan Mentan Amran.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Menteri karena di tengah kesibukan beliau masih menyempatkan waktu untuk berdialog dan menyerap aspirasi kami," katanya.
"Banyak pandangan beliau yang menjadi motivasi bagi kami sebagai generasi penerus bangsa."
Menurutnya, berbagai pesan yang disampaikan Mentan Amran semakin menguatkan komitmen mahasiswa dan alumni BEM Nusantara untuk terlibat aktif dalam pembangunan sektor pertanian.
Tomy mengatakan organisasinya bahkan telah membentuk Brigade Pangan di Desa Sukabudi, Kecamatan Sukawangi, Jawa Barat.
Inisiatif tersebut mendapat dukungan penuh dari Mentan Amran agar dapat diperluas ke berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
Ia juga menilai kepemimpinan Mentan Amran telah membuktikan bahwa sektor pertanian mampu menghasilkan capaian nyata bagi bangsa.
"Kami melihat beliau memiliki karakter kerja nyata. Program swasembada pangan bukan sekadar wacana, tetapi sudah dibuktikan dengan berbagai capaian. Itu menunjukkan kepemimpinan yang benar-benar bekerja untuk bangsa," katanya.
Cadangan Beras Nasional
Menurut Tomy, keberhasilan pemerintah meningkatkan produksi pangan hingga memperkuat cadangan beras nasional menjadi bukti bahwa pertanian kini menjadi sektor strategis yang layak digeluti generasi muda.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal PB IKA BEM Nusantara, Eko Saputra, mengaku semakin yakin bahwa pertanian merupakan sektor yang menjanjikan setelah mendengar langsung paparan Mentan Amran.
"Pak Menteri sangat ramah, sangat cerdas, berwawasan, dan memberikan energi positif kepada kami. Beliau mengajak anak-anak muda untuk tidak malu menjadi petani karena pertanian adalah masa depan Indonesia," ujar Eko.
Mahasiswa asal Aceh tersebut mengajak generasi muda dari Aceh hingga Papua untuk bersama-sama membangun pertanian Indonesia melalui inovasi dan kolaborasi dengan Kementerian Pertanian.
"Saya mengajak seluruh anak muda Indonesia untuk bersama-sama membangun pertanian di daerah masing-masing. Mari menjadi petani yang cerdas, modern, dan membangun bangsa melalui sektor pertanian. Kalau desa maju, negara akan kuat," katanya.
Perkuat Kolaborasi
Eko juga mengaku terkesan dengan pesan Mentan Amran yang menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh ijazah, tetapi juga oleh kemampuan, kemauan belajar, dan kerja keras.
"Kami pulang membawa semangat baru. Kami akan kembali ke daerah masing-masing untuk menggerakkan masyarakat dan mengembangkan pertanian sesuai potensi daerah," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eko turut menyampaikan kondisi pertanian di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang masih membutuhkan dukungan penguatan irigasi dan bantuan benih pascabencana.
Ia berharap sinergi antara pemerintah dan generasi muda dapat mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.
Audiensi ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan generasi muda dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Melalui keterlibatan mahasiswa dan alumni BEM Nusantara, Kementan optimistis regenerasi petani akan semakin kuat dan mampu melahirkan pelaku-pelaku pertanian modern yang menjadi penggerak ketahanan pangan Indonesia. [esap/timhumas bppsdmpkementan]
Jakarta [B2B] - The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
