Siti Munifah: Kepintaran Petani Ditentukan Kemampuan Penyuluh
Indonesia Agricultural Extension Connected through the KostraTani
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Sumba, NTT [B2B] - Kementerian Pertanian RI terus berupaya meningkatkan kemampuan dan kompetensi penyuluh, agar semakin prima mengawal dan mendampingi petani meningkatkan produktivitas juga mengembangkan pertanian dari hulu ke hilir, seperti diinstruksikan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa penyuluh adalah garda terdepan pembangunan pertanian.
"Peran penyuluh tidak bisa dipisahkan dari petani. Penyuluh harus terus mendampingi petani di lapangan. Penyuluh pintar akan membuat petani ikut pintar," kata Sekretaris BPPSDMP Kementan, Siti Munifah pada sosialisasi dan pengembangan BPP KostraTani di Kabupaten Sumba Barat Daya [SBD], Provinsi Nusa Tenggara Timur [NTT] pada Selasa [10/11].
Menurutnya, membangun pertanian bukan dari kota, tapi dari kecamatan, dimulai dari kelembagaan penyuluhan pada Balai Penyuluhan Pertanian selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani).
“Kementan khususnya BPPSDMP berupaya mempercepat pengembangan KostraTani di Sumba Barat Daya dengan percepatan bantuan sarana dan prasarana teknologi informasi agar segera terhubung ke Agriculture War Room," kata Siti Munifah, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).
Dukungan fasilitas IT, katanya lagi, agar BPP dapat bekerja lebih maksimal didukung upaya Kementan meningkatkan kompetensi penyuluh, dan bupati pun dapat melaporkan langsung kegiatan pertanian di daerahnya kepada Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.
Bupati SBDD Kornelius Kodi Mete menyatakan dukungan dan menyambut baik pengembangan dan program KostraTani, mengingat pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku masyarakat untuk membangun desanya menjadi kawasan pertanian. Dahulu tidak tanam bawang merah, kini mulai tanam, lahan terbengkalai menjadi bermanfaat untuk pertanian.
“90 persen lebih masyarakat SBD adalah petani. Lahannya juga pertanian. Kami bertekad membangun desa menjadi desa berkecukupan pangan, desa percaya, desa berair, desa aman tentram, desa pintar, desa sehat dan desa wisata, dan kami menaruh harapan tersebut pada kegiatan penyuluhan," kata Kornelius Mete.
Hal itu sejalan dengan instruksi dan arahan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi bahwa KostraTani digelar untuk meningkatkan dan memaksimalkan peran BPP melalui KostraTani menjadi tempat belajar untuk meningkatkan kemampuan penyuluh. [Cha]
Southwest Sumba of East Nusa Tenggara [B2B] - - Indonesian government in the next five years prioritizes the development of human resources that are ready to face globalization in the era of industrialization 4.0, carry out its role to develop millennial farmers who understand information and communication technology, according to the senior official of the agriculture ministry.
