Dunia Krisis Pangan, RI justru Surplus karena Kinerja Mentan Amran beserta Tim Pertanian

Indonesian Govt Increase of Rice Production across the Country

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Dunia Krisis Pangan, RI justru Surplus karena Kinerja Mentan Amran beserta Tim Pertanian
BPPSDMP KEMENTAN: Presiden RI Prabowo Subianto panen padi dengan Combine Harvester didampingi Mentan Amran Sulaiman pada ´Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Tuban, Jatim.

 

Tuban, Jatim (B2B) - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pangan merupakan fondasi utama ketahanan dan keberlangsungan sebuah negara. Di tengah dunia yang menghadapi krisis pangan dan energi, Indonesia justru menunjukkan capaian positif dengan meningkatnya produksi pangan nasional dan menguatnya swasembada.

“Tidak mungkin suatu negara bertahan tanpa produksi pangan yang lancar, aman, dan berkesinambungan. Bukan sekali panen bagus, besok tidak bagus,” kata Presiden Prabowo pada ´Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi pada seluruh jajaran yang terlibat dalam penguatan sektor pangan nasional, khususnya tim pertanian yang dipimpin Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.

“Saya terima kasih tim pertanian, tim pangan saya sangat baik, sangat kuat dipimpin Mentan Amran, Wamentan Sudaryono, Kabulog, Badan, Agrinas, semuanya, yang didukung Panglima TNI serta Kapolri dan jajarannya,” ucapnya.

Presiden Prabowo bahkan secara khusus memuji percepatan capaian swasembada pangan nasional yang dinilainya melampaui target pemerintah. 

“Di sini saya kira adalah karena leadership kepemimpinan. Kalau bagus, kita akui bagus. Kalau baik kita akui baik. Dan dalam organisasi, kalau organisasi baik berarti pemimpinnya baik," katanya.

"Mentan saya kasih target 4 tahun (swasembada pangan), ternyata satu tahun bisa,” kata Prabowo disambut tepuk tangan peserta.

Hasil Kolaborasi

Menurut Presiden Prabowo, keberhasilan sektor pangan menjadi sangat strategis di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. 

Dia menyebut banyak negara kini menghadapi tekanan akibat krisis energi, gangguan rantai pasok, hingga ancaman pangan dunia. Oleh karena itu, Indonesia harus memperkuat kedaulatan pangan melalui peningkatan produksi, inovasi, dan hilirisasi pertanian.

Selain itu, Presiden Prabowo menilai keberhasilan menjaga pangan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, BUMN, penyuluh, hingga petani dan kelompok tani di lapangan.

“Masalah swasembada pangan ini tidak mungkin kita capai tanpa dukungan semua pihak. Dari para gubernur, para bupati, camat, kepala desa, para gapoktan, dari Perum BUMN yang mendukung, Pupuk Indonesia, yang menghasilkan benih, juga semua BUMN yang mendukung, dan akhirnya TNI dan Polri di tingkat lapangan,” ungkapnya.

Pengalaman Lapangan

Presiden Prabowo juga menceritakan kedekatan emosionalnya dengan petani sejak masih aktif di militer. Pengalaman di lapangan membuat dirinya memahami bahwa pangan adalah penentu utama keberhasilan sebuah negara.

“Para petani dan nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara. Karena itu siapa pun yang ingin negara ini kuat harus fokus pada pangan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian nasional dalam setahun terakhir mencatat lonjakan produksi di sejumlah komoditas strategis. 

Produksi beras nasional meningkat signifikan sebesar 34,69 juta ton di tahun 2025, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menembus level tertinggi hingga 5,3 juta ton, sementara produksi jagung terus diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan dan pakan nasional. 

Kondisi tersebut membuat Indonesia berada pada posisi yang lebih kuat di tengah banyak negara yang masih menghadapi tekanan pangan global.

Langkah Pemerintah

Pemerintah juga terus mempercepat berbagai langkah strategis mulai dari optimalisasi lahan, percepatan tanam, modernisasi pertanian, distribusi pupuk, penguatan benih unggul, hingga hilirisasi komoditas pangan. 

Upaya tersebut diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, BUMN pangan, penyuluh, dan petani di seluruh Indonesia.

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia kini tidak hanya mampu menjaga ketersediaan pangan dalam negeri, tetapi juga mulai menunjukkan diri sebagai kekuatan pangan baru dunia. 

Presiden Prabowo menegaskan, keberhasilan tersebut harus terus dijaga dengan kerja keras, inovasi, dan keberpihakan penuh kepada petani sebagai garda terdepan ketahanan nasional. [esap/timhumas bppsdmpkementan]

 

 

 

 

 

Tuban of East Java [B2B] - The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.