SAM Mentan: "Smart Screen House Harus Optimal Dimanfaatkan Polbangtan"

Millennial Farmers are the Target of Developing Indonesian Agricultural HR

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


SAM Mentan: "Smart Screen House Harus Optimal Dimanfaatkan Polbangtan"
TINJAU LAPANGAN: Staf Ahli Menteri Pertanian [SAM] Bidang Investasi, Sumarjo Gatot Irianto [kaos biru] berbincang dengan Kapusdik Idha WA [ke-2 kiri] di lokasi pembangunan Smart Screen House Polbangtan Bogor [Foto: Pusdiktan BPPSDMP]

Bogor, Jabar [B2B] - Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] jangan hanya didukung rumah kaca pintar berteknologi digital [Smart Screen House], namun harus mampu mengelola dan mengembangkannya menjadi sarana meningkatkan kemampuan mahasiswa maupun dosen dalam pengelolaan pertanian modern era 4.0.

"Manfaatkan dan kelola dengan baik Smart Screen House sebagai bagian sistem pertanian modern. Teknologinya dapat mengatur dan memantau kelembaban tanah dan suhu udara pada greenhouse serta dapat dipantau melalui smartphone," kata Staf Ahli Menteri Pertanian [SAM] Bidang Investasi, Sumarjo Gatot Irianto saat meninjau pengembangan Smart Screen House di Polbangtan Bogor, akhir pekan lalu.

Kunjungan SAM Mentan, Sumarjo Gatot Irianto ke Polbangtan Bogor didampingi Sekretaris Ditjen PSP, Gunawan dan Kepala Pusdiktan, Idha Widi Arsanti pada lokasi pembangunan Smart Screen House seluas 2.400 m2 pada lahan bekas kebun rambutan seluas satu hektar, yang kini tidak produktif lagi.

Hal itu, kata Gatot, sejalan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo untuk mengembangkan SDM pertanian memerlukan lembaga pendidikan didukung sarana dan prasarana berteknologi digital, untuk menghasilkan SDM pertanian maju, mandiri dan modern.

"Pendidikan vokasi, jawaban meningkatkan kualitas SDM, tak hanya mengajarkan keterampilan dengan pendekatan intelektual, sekaligus menyatukan sistem intelektual dengan manajemen orientasi," kata Mentan Syahrul.

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] mengatakan bahwa SDM pertanian unggul dihasilkan melalui link and match dunia usaha dan dunia industri [DuDi]. 

"Harus didukung sarana dan prasarana berupa Teaching Factory disingkat TeFa yang memadai untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan peserta didik dalam teori dan praktik," kata Dedi melalui keterangan tertulis dari Pusat Pendidikan Pertanian [Pusdiktan BPPSDMP] yang diterima B2B, Senin [12/10].

Kepala Pusdiktan Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pengembangan Smart Screen House merupakan kolaborasi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian [Ditjen PSP Kementan] dan Pudiktan BPPSDMP. 

Mendukung lahirnya lulusan Polbangtan yang kapabel dan berkompetensi sebagai job seeker dan job creator maju, mandiri dan modern.

“Kita punya BPP model pembelajaran, sawah, tambak, dan sekarang Smart Screen House. Kita akan mengintegrasikan semua itu sehingga Polbangtan Bogor ke depannya akan menjadi kawasan agroeduekowisata," kata Kapusdik Idha WA.

Menurutnya, pembangunan Smart Screen House diperkirakan rampung akhir Oktober 2020. “Saat ini masyarakat haus akan tempat rekreasi. Selain sarana pembelajaran, diharapkan dapat mewadahi antuasi masyarakat tersebut."

Kapusdik Idha WA menambahkan terbuka peluang mengembangkan Smart Screen House pada lahan-lahan tidak produktif, yang akan dikoordinasikan pihaknya dengan Ditjen PSP Kementan untuk mengembangkan hal serupa pada Polbangtan YoMa di Yogyakarta dan  Magelang.

Bogor of West Java [B2B] - Indonesian Agriculture Ministry encourages agricultural training activities support the strategic program of the ministry by developing a self-help agricultural training center in the countryside, and on-the-job training in food production centers, according to senior official.