Kostrawil Banten, Pusdiktan BPPSDMP `Kawal` Tetap Panen dan Tanam

Indonesian Agriculture Anticipate Covid-19 by Weaker Health Systems

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kostrawil Banten, Pusdiktan BPPSDMP `Kawal` Tetap Panen dan Tanam
TARGET PRODUKSI: Sistem pelaporan via aplikasi online [kiri atas]; Kapusdik Idha Widi Arsanti [kanan atas]; koordinasi KostraTani hingga Kostrawil dan kegiatan panen [bawah] Mentan SYL dan Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi [tengah]

Serang, Banten [B2B] - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan tekad dan semangat petani - penyuluh Provinsi Banten untuk tetap panen dan tanam. Meskipun Kepala Dinas Pertanian, Agus Tauchid memperkirakan ketersediaan pangan di provinsinya memadai hingga Oktober 2020, karena kegiatan panen dan bercocok tanam terus berjalan.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian - Kementerian Pertanian RI [Pusdiktan BPPSDMP] Idha Widi Arsanti menyatakan komitmennya untuk mendukung, mengawal dan mendampingi Provinsi Banten meningkatkan produksi pertanian khususnya pangan pokok beras melampaui kebutuhan warga Banten.

Hal itu, katanya, dipantau melalui mekanisme pelaporan kegiatan produksi oleh petani didampingi penyuluh, dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan WHO seperti diinstruksikan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo [SYL] yang disosialisasikan Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi dalam setiap kesempatan videoconference dengan petani dan penyuluh di seluruh RI.

“Mekanisme pelaporan dapat dilakukan secara berjenjang dari kecamatan, kabupaten, provinsi lalu ke pusat yaitu Kementerian Pertanian. Dalam hal ini, perlu adanya kerjasama berbagai pihak, mulai dari tingkat Kostratani hingga Kostrawil," kata Kapusdik Idha WA di Jakarta, Jumat [17/4].

Menurutnya, sistem pelaporan harus mencantumkan Admin kecamatan hingga kabupaten/kota dan provinsi serta BPTP Banten. Alur data dimulai dari kecamatan dengan input data dari Kostratani. Kemudian Admin di kabupaten akan melakukan input dan pemantauan data di kabupaten/kota. 

Selanjutnya. kabupaten meng-input di laporan utama yang akan divalidasi dan diverifikasi oleh dinas pertanian provinsi. Ada pun di tingkat provinsi dan BPTP, Admin juga melakukan update data, sehingga dapat dipantau dari pusat. Alur dengan sistem aplikasi seperti ini akan lebih cepat dan valid karena dapat dilihat siapa saja,” kata Kapusdik Idha WA yang akrab disapa Santi.

Menurutnya, hal itu sesuai arahan Mentan SYL bahwa pada masa pandemi Covid-19 ada dua hal yang menjadi prioritas utama negara. Kesehatan dan pemenuhan kebutuhan pangan. 

"Sektor pertanian menjadi harapan dan tulang punggung di tengah upaya pemerintah menanggulangi wabah Covid-19," kata Mentan SYL dalam arahanya di Jakarta, belum lama ini.

Prof Dedi Nursyamsi kerapkali mengingatkan selain tenaga medis, petani dan penyuluh merupakan garda depan dalam upaya pencegahan Covid 19. 

"Jika kebutuhan pangan terpenuhi, imunitas tubuh masyarakat akan terjaga sehingga kita akan mampu melawan Covid 19,” kata Kabadan SDM Kementan. [Vnl]

Serang of Banten [B2B] - Indonesia´s Agriculture Ministry is in intensive care after testing positive for the novel coronavirus, as civil servants in head office and across the country were ordered to close over the health threat. The World Health Organization has said it is particularly concerned about high-risk nations with weaker health systems, which who may lack the facilities to identify cases, according to Agriculture Minister Syahrul Yasin Limpo.