Mentan Amran Raih Transformative Leadership CNN Indonesia Awards 2026

Indonesian Govt Support the Farmers to Increase National Food Production

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Mentan Amran Raih Transformative Leadership CNN Indonesia Awards 2026
BPPSDMP KEMENTAN: Mentan Amran Sulaiman senantiasa meluangkan waktu jumpa petani, untuk mengetahui kondisi lapangan yang diimplementasikan pada berbagai kebijakan strategis bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.

 

Jakarta (B2B) - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman meraih penghargaan Transformative Leadership in Agricultural Governance pada ajang CNN Indonesia Awards 2026 di Jakarta, Jumat (6/11/2026). 

Penghargaan diberikan atas kepemimpinannya mentransformasi tata kelola pertanian melalui reformasi birokrasi, deregulasi, modernisasi pertanian, serta penguatan pengawasan dan akuntabilitas organisasi.

Penghargaan diterima oleh Sekretaris Jenderal Kementan,Suwandi mewakili Mentan Amran Sulaiman. Suwandi menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas berbagai perubahan besar di sektor pertanian di bawah kepemimpinan Mentan Amran.

Menurut Suwandi, transformasi pertanian dari tradisional ke modern serta berbagai kebijakan strategis yang dijalankan telah menghasilkan capaian yang sebelumnya belum pernah terjadi, termasuk penguatan produksi dan cadangan beras nasional.

“Berkat kepemimpinan Bapak Menteri Pertanian, banyak perubahan besar yang terjadi di sektor pertanian. Berbagai kebijakan yang dijalankan telah membuahkan hasil yang bisa kita rasakan sekarang," katanya.

"Cadangan beras kita pernah mencapai 5 juta ton. Ini luar biasa, sebelumnya belum pernah terjadi seperti ini.”

Deregulasi dan Modernisasi

Mentan Amran pada berbagai kesempatan menegaskan bahwa deregulasi dan modernisasi menjadi dua kunci utama dalam membenahi sektor pertanian dan memperkuat kemandirian pangan nasional.

“Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern,” katanya.

Di bawah kepemimpinannya, Kementan melakukan pembenahan tata kelola secara menyeluruh, mulai dari penyederhanaan regulasi, pemangkasan rantai birokrasi, hingga penataan distribusi sarana produksi pertanian. 

Salah satu langkah signifikan, penyederhanaan 145 regulasi terkait distribusi pupuk bersubsidi yang sebelumnya membuat akses petani terhadap pupuk menjadi panjang dan berbelit.

Harga Pupuk

Reformasi tersebut juga diikuti kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sedangkan NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan keuntungan petani.

Transformasi juga menyasar pola produksi melalui modernisasi dan mekanisasi pertanian. Kementan memperluas pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Alsintan) mulai dari traktor, combine harvester, hingga teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan panen.

Modernisasi tersebut menjadi bagian dari perubahan mendasar dalam sistem pertanian nasional, dari pola kerja tradisional yang mengandalkan tenaga manusia menuju sistem produksi berbasis teknologi dan mekanisasi.

Penggunaan combine harvester, misalnya, memungkinkan proses panen dilakukan lebih cepat dengan kebutuhan tenaga kerja yang lebih sedikit sehingga biaya produksi dan kehilangan hasil dapat ditekan.

Penegakan Hukum

Di sisi lain, Mentan Amran juga memperkuat pengawasan dan penegakan hukum untuk membersihkan sektor pertanian dari praktik mafia pangan yang merugikan petani dan masyarakat.

Penindakan dilakukan terhadap berbagai dugaan penyimpangan, mulai dari manipulasi distribusi pupuk, beras oplosan, hingga permainan tata niaga pangan.

Sepanjang 2024 hingga 2026, Satgas Pangan Polri telah menetapkan 102 tersangka dalam berbagai kasus mafia pangan. 

Pemerintah juga mencabut 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk bermasalah sebagai bagian dari pembenahan distribusi sarana produksi pertanian.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa transformasi pertanian tidak hanya dilakukan melalui peningkatan produksi dan modernisasi teknologi, juga melalui penertiban tata kelola dan pemberantasan praktik yang merugikan petani maupun konsumen.

Tata Kelola

Transformasi tata kelola tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja sektor pertanian. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton atau meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Indonesia juga berhasil mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. 

Di sisi lain, cadangan beras pemerintah pada Oktober 2026 mencapai sekitar 4,56 juta ton.

Pertumbuhan PDB

Kinerja sektor pertanian turut tercermin dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian pada 2025 mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir. 

Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2026 mencapai 132,60, mencerminkan penguatan kesejahteraan petani.

Dari sisi perdagangan, sektor pertanian juga menunjukkan kontribusi signifikan. Pemerintah mencatat peningkatan nilai ekspor pertanian sekitar Rp166 triliun dan penurunan impor pangan sebesar Rp41 triliun pada 2025. 

Capaian ini memperlihatkan penguatan produksi dalam negeri sekaligus meningkatnya kontribusi pertanian terhadap perekonomian nasional.

Berbagai capaian dan kontribusi tersebut turut mengantarkan Mentan Amran memperoleh apresiasi dan pengakuan dari berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Apresiasi Media

Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Titin Rosmasari dalam sambutannya di CNN Indonesia Awards 2026 menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang berani mengambil keputusan, mampu melihat peluang, menghadirkan solusi, dan membawa terobosan nyata di berbagai sektor.

Menurutnya, apresiasi yang diberikan CNN Indonesia bukan sekadar penghargaan atas sebuah pencapaian, melainkan upaya menyebarluaskan karya dan keberhasilan agar menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mendorong inovasi dan kemajuan bangsa.

“Selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Teruslah berkarya, menginspirasi, dan bekerja nyata untuk Indonesia,” ucap Titin.

Melalui penghargaan bertema Karya Nyata untuk Indonesia Berdaya tersebut, CNN Indonesia memberikan apresiasi kepada para tokoh dan institusi yang dinilai menghadirkan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Kementan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan transformasi sektor pertanian melalui penguatan tata kelola, modernisasi pertanian, peningkatan produksi, serta kebijakan yang berpihak kepada petani guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. [esap/timhumas bppsdmpkementan]

 

 

 

 

 

Jakarta [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.