Mentan Dukung Milenial Maksimalkan Potensi Bisnis Pertanian Kaltara

Millennial Farmers are the Target of Developing Indonesian Agricultural HR

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Mentan Dukung Milenial Maksimalkan Potensi Bisnis Pertanian Kaltara
KAMBING BOER: Mentan Syahrul Yasin Limpo kunjungi Kaltara didampingi Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi [kanan] mendorong petani milenial Kaltara mengembangkan potensi kambing boer [Foto: BPPSDMP]

Bulungan, Kaltara [B2B] - Kementerian Pertanian RI terus mendorong generasi milenial memaksimalkan potensi pertanian, khususnya di Provinsi Kalimantan Utara [Kaltara] karena memiliki keunggulan pertanian, peternakan, dan perkebunan yang sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik.

Hal itu mengemuka pada kunjungan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo di Bulungan, Kaltara saat meninjau kegiatan panen cempe kambing boer usia empat bulan di Bulungan Mandiri Farm, Sabtu [11/9].

Menurut Mentan, Kaltara sebagai tempat kambing cempe tersebut diproduksi memiliki potensi dan peluang yang cukup besar, terutama untuk  memenuhi pasar ekspor ke negara-negara di Asia.

"Saya berharap Forkopimda dan juga para bupati sama-sama memaksimalkan lahan pertanian yang ada untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Begitu juga generasi milenial," kata Mentan.

Kaltara dikenal memiliki lahan subur dan potensi ekspornya cukup besar, katanya, peternakan dan perkebunan bisa diintegrasikan secara bersamaan dengan komoditas tanaman pangan dan produk olahan.

"Karena itu tolong disusun oleh gubernur, bupati, kepala dinas dan seluruh dirjen agar konsep integrasi ini bisa dikembangkan secara baik," katanya.

Mentan Syahrul berharap petani dan para pelaku usaha lainnya mampu menyerap anggaran Kredit Usaha Rakyat [KUR] pertanian yang kini nilainya Rp70 triliun. 

“Uang sebanyak itu bisa dimanfaatkan dan diakses untuk permodalan wirausaha. Program ini menjadi atensi Presiden agar betul-betul bisa dimanfaatkan menjadi kekuatan baru, khususnya meningkatkan kesejahteraan Petani," kata Mentan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi, mengatakan pihaknya akan memaksimalkan peran petani milenial untuk mengangkat potensi di Kaltara.

"Seluruh jajaran di BPPSDMP fokus untuk support embangunan petani milenial berkualitas. Tentunya, tidak hanya pelatihan juga melalui pendidikan dan juga penyuluhan," katanya.

Dedi menambahkan bahwa kualitas SDM pertanian khususnya petani milenial bisa lebih ditingkatkan melalui pelatihan wirausaha, apalagi Mentan telah mengamanatkan hal ini.

Di tempat yang sama Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang memgapresiasi kunjungan dan dukungan Mentan Syahrul bagi pembangunan pertanian Kaltara, mengingat potensinya sebagai provinsi penyangga terhadap sektor pertanian dan peternakan Indonesia.

"Terima kasih kami atas kehadiran Mentan Syahrul Yasin Limpo yang sudah lama kami nantikan, karena potensi dan peluangnya luar biasa terutama pada subsektor peternakan," kata Zainal Paliwang. [Cha]

Bulungan of North Borneo [B2B] - Indonesian government in the next five years prioritizes the development of human resources that are ready to face globalization in the era of industrialization 4.0, carry out its role to develop millennial farmers who understand information and communication technology, according to the senior official of the agriculture ministry.