Kementan Tingkatkan Kompetensi Penyuluh, AI `Senjata Baru` di Lapangan

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kementan Tingkatkan Kompetensi Penyuluh, AI `Senjata Baru` di Lapangan
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani dan Tenaga Ahli Mentan, Muhammad Arsyad [tengah] bersama para penyuluh Kabupaten Gowa dan Takalar, untuk memperkuat kapasitas khususnya kemampuan adaptasi dengan teknologi AI.


Gowa, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku terus memperkuat kapasitas penyuluh pertanian, sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian melalui pelatihan berbasis teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan upaya tersebut diwujudkan melalui ´Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi Penyuluh Pertanian´ dan ´Pelatihan Peningkatan Kompetensi bagi Penyuluh Pendamping (Swadaya)´ yang digelar mulai Senin (4/5).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan media sosial untuk mendukung penyebaran informasi sektor pertanian kepada masyarakat.

Sejalan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, pentingnya keselarasan program dan penguatan kapasitas penyuluh menghadapi perkembangan teknologi digital.

“Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI diharapkan dapat menjadi asisten bagi penyuluh untuk memperluas jangkauan layanan tanpa menambah beban kerja fisik secara berlebihan,” ujarnya.

Pelatihan Pemanfaatan AI bagi penyuluh dilaksanakan selama tiga hari, 4 - 6 Mei 2026, dan diikuti 60 penyuluh pertanian asal Kabupaten Gowa. Sementara itu, Pelatihan Peningkatan Kompetensi bagi Penyuluh Pendamping berlangsung selama lima hari, 4 - 8 Mei 2026, dengan peserta sebanyak 40 penyuluh pendamping dari Kabupaten Takalar.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan peningkatan kompetensi penyuluh menjadi langkah penting dalam mendukung target swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Menurutnya, seluruh pihak harus bergerak bersama untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional, terutama di tengah potensi ancaman perubahan iklim.

“Ke depan, kita akan menghadapi tantangan fenomena El Nino yang cukup ekstrem. Kondisi ini berpotensi menurunkan produksi, sehingga diperlukan upaya antisipatif lebih kuat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Mentan, Muhammad Arsyad menilai peningkatan kualitas SDM pertanian harus terus diperkuat, termasuk kemampuan teknis, daya saing dan penguasaan teknologi digital.

Dia berharap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan dapat berperan aktif mendukung percepatan program strategis pertanian nasional.

Kegiatan pelatihan turut dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar serta Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Kabupaten Gowa.

Jamaluddin Al Afgani mengingatkan, melalui pelatihan tersebut, BBPP Batangkaluku berharap lahir penyuluh yang tidak hanya kompeten secara teknis, juga adaptif memanfaatkan teknologi digital sebagai pendukung kerja di lapangan. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

New layer...

 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.