Swasembada, UPT Pelatihan Kementan Perkuat Brigade Pangan Kolaka Utara
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Kolaka Utara, Sultra (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui UPT Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku melaksanakan kegiatan koordinasi bersama penyuluh pertanian dan Brigade Pangan di Kabupaten Kolaka Utara sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program peningkatan produksi pangan nasional.
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan (BP) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis memastikan program BP berjalan optimal melalui pendampingan intensif oleh penyuluh di lapangan.
Kegiatan koordinasi tersebut dilaksanakan pada Jumat (27/02) di Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Utara.
Pertemuan dihadiri oleh penyuluh pertanian pendamping serta anggota Brigade Pangan yang berada di wilayah Kabupaten Kolaka Utara.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh kerja nyata seluruh pihak di lapangan.
“Penyuluh dan petani adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Dengan kerja keras dan pendampingan yang kuat, kita optimis swasembada pangan dapat tercapai.”
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penyuluh memiliki peran strategis mendukung keberhasilan Brigade Pangan melalui pendampingan yang konsisten dan terarah.
“Penyuluh harus hadir di tengah petani sebagai pendamping yang mampu memberikan solusi dan memastikan program Brigade Pangan berjalan optimal," katanya.
BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Brigade Pangan Sultra mengatakan, pertemuan bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antara penyuluh dan Brigade Pangan agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
"Koordinasi yang dilakukan menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh kegiatan Brigade Pangan berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan," katanya.
Selain itu, kata Jamaluddin Al Afgani, dijelaskan pula berbagai target yang harus dipenuhi oleh penyuluh sebagai pendamping Brigade Pangan di lapangan.
"Penyuluh memiliki peran penting sebagai garda terdepan melakukan pembinaan teknis, pengawalan kegiatan budidaya serta memastikan seluruh tahapan usaha tani berjalan sesuai rekomendasi teknologi yang telah ditetapkan," katanya.
Pendampingan yang dilakukan oleh penyuluh juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang tersedia.
"Dengan pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan, Brigade Pangan diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," kata Jamaluddin Al Afgani.
Pertanian Berkelanjutan
Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Brigade Pangan Sultra mengatakan mengatakan, kegiatan juga menekankan pentingnya penerapan sistem Pertanian Berkelanjutan sebagai upaya menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi dan kelestarian lingkungan.
"Praktik pertanian berkelanjutan mendorong penggunaan sumber daya secara bijak, menjaga kesuburan tanah, efisiensi penggunaan air, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara ramah lingkungan," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Sulawesi Tenggara memberikan arahan terkait peran Brigade Pangan sebagai salah satu motor penggerak peningkatan produksi pangan di daerah.
"Brigade Pangan diharapkan mampu mengelola usaha tani secara lebih modern, efisien, dan produktif melalui pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat guna," katanya.
Indeks Pertanaman
Selain aspek keberlanjutan, ungkapnya, peningkatan Indeks Pertanaman (IP) juga menjadi salah satu fokus utama dalam pendampingan Brigade Pangan.
Jamaluddin Al Afgani mengatakan, peningkatan IP dilakukan melalui percepatan masa tanam, pemanfaatan lahan secara optimal serta pengaturan pola tanam lebih efektif sehingga lahan pertanian dapat ditanami lebih dari satu kali dalam setahun.
"Dengan meningkatnya Indeks Pertanaman, produksi pangan dapat ditingkatkan. Upaya ini menjadi strategi penting dalam mendukung peningkatan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pertanian di Kabupaten Kolaka Utara.
Melalui kegiatan koordinasi ini, BBPP Batangkaluku berharap penyuluh dan Brigade Pangan di Kabupaten Kolaka Utara semakin solid dalam menjalankan program peningkatan produksi pangan.
Sinergi yang kuat antara penyuluh dan Brigade Pangan diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas, penerapan pertanian berkelanjutan, serta peningkatan Indeks Pertanaman guna mendukung swasembada pangan nasional. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]
North Kaluku of Souteast Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
