Pelatihan di UPT Kementan, Ayam Petelur Jurnalis IJTI Tunjukkan Hasil Nyata
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Kota Depok, Jabar (B2B) - Saat kunjungan ke peternakan ayam petelur Agrijurno dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Kota Depok, Jawa Barat pada Sabtu, (7/2/2026), Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, Inneke Kusumawaty mengapresiasi keberhasilan rekan-rekan wartawan mengelola peternakan ayam petelur di kawasan Depok.
Inneke menilai pelatihan yang diberikan BBPKH Cinagara pada awal Desember 2025 memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas.
“Saat ini kita sudah melihat perkembangan yang luar biasa. Informasi dari teman-teman menunjukkan produktivitas ayam petelur sudah mencapai sekitar 70 persen. Ini capaian yang sangat baik,” ujar Inneke Kusumawaty.
Keberhasilan peternakan Agrijurno IJTI sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama ketahanan pangan nasional.
"Ketahanan pangan tidak hanya dibangun oleh petani, juga oleh seluruh elemen masyarakat yang mau belajar dan terjun langsung di sektor pertanian," katanya.
Mentan Amran menegaskan bahwa Kementan terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.
“Kami berharap model kolaborasi seperti ini bisa direplikasi di berbagai daerah. Pertanian adalah sektor strategis yang terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan dan memperkuat peran pelatihan serta pendampingan sebagai ujung tombak peningkatan kualitas SDM pertanian.
“Kami ingin SDM pertanian, siapa pun pelakunya, memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan semangat berwirausaha. Wartawan pun dapat menjadi agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Kabadan menambahkan, produktivitas tersebut diharapkan terus meningkat seiring dengan konsistensi pengelolaan dan penerapan hasil pelatihan. Momentum menjelang Ramadan juga dinilai sebagai peluang besar untuk meningkatkan produksi telur sekaligus pendapatan peternak.
“Kita berharap produksi terus meningkat dan tentu saja berdampak pada peningkatan pendapatan. Ramadan bisa menjadi momentum bagi rekan-rekan untuk semakin produktif dan memenuhi kebutuhan telur masyarakat, khususnya warga sekitar Depok,” tambahnya.
BBPKH Cinagara
Inneke Kusumawaty menegaskan, BBPKH Cinagara sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementan berkomitmen penuh mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Dia juga memuji inisiatif, kerja keras, dan semangat para wartawan yang terjun langsung mengelola peternakan.
“Yang membuat kami bangga, hasil pelatihan bisa diterapkan dengan sangat baik. Kami akan terus membuka komunikasi dan siap mendampingi kapan pun rekan-rekan membutuhkan konsultasi,” tegasnya.
Selain itu, Inneke Kusumawaty juga membagikan tips memilih dan menyimpan telur segar. Telur segar memiliki kuning telur yang masih bulat dan padat saat dipecahkan.
"Sementara kuning telur yang mudah buyar menandakan kualitasnya mulai menurun," katanya.
Inneke Kusumawaty menyarankan telur dicuci bersih sebelum disimpan karena cangkang telur berpotensi mengandung bakteri dari saluran ayam.
“Setelah dicuci bersih, telur boleh langsung digunakan atau disimpan di kulkas, tidak ada masalah,” jelasnya.
Inneke Kusumawaty menambahkan giatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan komunitas wartawan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Terima kasih, semangat wartawan Indonesia,” pungkas Inneke Kusumaty di Kota Depok. [yudimaul/timhumas bbpkhcinagara]
Depok City of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
