Agroeduwisata, Siswa Sekolah Rakyat Praktik Pertanian di UPT Kementan
West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bandung Barat, Jabar (B2B) - Mengenal pertanian akan lebih baik apabila dilengkapi kegiatan praktik, setelah mengetahui dari buku pelajaran. Upaya tersebut ditempuh oleh 118 siswa SMP Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat melalui kegiatan Agroeduwisata, Senin (26/10) pada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang di Kabupaten Bandung Barat, Jabar.
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori menyambut baik kegiatan Agreduwisata SMP SR Sukabumi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) dalam upaya mengenalkan sektor pertanian pada Generasi Alpha sejak usia dini.
Para siswa diajak memahami bahwa pertanian tak hanya mencakup budi daya tanaman, juga inovasi teknologi, pengolahan hasil dan peluang usaha.
Mereka mencoba merakit instalasi hidroponik, memperbanyak kaktus dan sukulen, membuat es krim jagung, hingga mengenal pengolahan kompos.
Kegiatan Agroeduwisata sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya peran generasi muda dalam menentukan masa depan pertanian.
“Ini saatnya pemuda bangkit mengembangkan pertanian bangsa,” katanya.
Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kementan berupaya menghadirkan generasi muda pertanian yang adaptif, kompeten dan profesional,” katanya.
BBPP Lembang
Rombongan siswa dan guru SMP SR Sukabumi dipimpin Wakil Kepala Sekolah Bidang Keasramaan, Muliyawan diterima oleh Kabalai Lembang, Ahmad Dedy Syathori di Aula Catur Gatra.
Hadir mendampingi Kabalai Lembang di antaranya Ketua Tim Kerja (Katimker) Program dan Kerja Sama, Yanissa Nuraeni Kuswandi dan sejumlah widyaiswara yakni Fiadini Putri, Neneng Ida Farida dan Hendra Gunawan.
Muliyawan mengatakan, kunjungan 118 siswanya bertujuan mengenalkan pertanian sejak dini. Selain menjadi sektor strategis, pertanian juga menawarkan beragam peluang pendidikan dan karier.
Kegiatan Agroeduwisata, diharapkan memberi gambaran nyata tentang dunia pertanian pada siswa SMP SR Sukabumi, menjadikannya sebagai referensi menentukan pilihan pendidikan maupun karier masa depan.
Sekolah Rakyat
Kabalai Lembang, Ahmad Dedy Syathori apresiasi motivasi dan atensi para siswa SMP SR Sukabumi berkunjung di BBPP Lembang. Pasalnya, pertanian merupakan subsektor ekonomi yang strategis di tengah berbagai tantangan seperti pandemi Covid-19 dinamika ekonomi global.
"Generasi muda perlu mengenal pertanian lebih dekat dan memahami berbagai peluang yang dapat dikembangkan," katanya.
Ahmad Dedy Syathori memotivasi para siswa SMP SR Sukabumi agar terus belajar, menempuh pendidikan setinggi-tingginya dan berani mengejar cita-cita sesuai minat dan potensi masing-masing.
Usai penyambutan, para siswa dibagi empat kelompok, untuk mengikuti praktik di empat lokasi. Di screen house tanaman hias, Widyaiswara Ida Farida memperkenalkan teknik perbanyakan kaktus dan sukulen.
"Kedua tanaman memiliki bentuk unik, relatif mudah dirawat, dan tidak membutuhkan banyak air sehingga menarik untuk dibudidayakan," katanya.
Di lokasi lain, widyaiswara Hendra Gunawan mengajak siswa mengenal hidroponik sebagai metode budi daya modern. Tak hanya mendapat penjelasan, para siswa juga merakit instalasi menggunakan aluminium dan pipa, lalu menanam bibit pada lubang tanam yang telah disiapkan. Praktik ini memperlihatkan pemanfaatan teknologi sederhana dalam kegiatan pertanian.
Kegiatan Praktik
Keseruan berlanjut di laboratorium pengolahan hasil pertanian. Didampingi widyaiswara Saptoningsih, Estu Haryani, dan Tasya Fitri, kelompok ketiga mempraktikkan pembuatan es krim jagung.
Para siswa bergantian menjalani setiap tahapan, mulai dari memblender bahan dan mencampur adonan menggunakan mixer hingga mengemas produk. Mereka pun antusias saat berkesempatan mencicipi es krim yang telah jadi.
Sementara itu, kelompok keempat menyaksikan demonstrasi pembuatan pupuk kompos dari kotoran ternak dan sampah organik di rumah kompos, didampingi widyaiswara Fiadini Putri.
Siswa juga diperkenalkan pada Ko-Mix Hayati, inovasi BBPP Lembang untuk mengolah bahan organik menjadi kompos. Kegiatan ini mengajarkan pentingnya pemanfaatan limbah dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Rangkaian praktik tersebut menunjukkan bahwa pertanian memiliki banyak aspek menarik untuk dipelajari. Siswa dapat mengenal teknologi budi daya, mengembangkan keterampilan mengolah hasil pertanian, serta memahami pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang berguna.
Testimoni Siswa
Rossa, salah seorang siswa yang mengikuti praktik perbanyakan sukulen, mengaku senang karena memperoleh banyak pengetahuan baru. Materi yang disampaikan widyaiswara juga mudah dipahami.
Hal senada disampaikan Serly yang menilai koleksi tanaman, komoditas, dan instalasi pertanian di inkubator agribisnis BBPP Lembang cukup lengkap dan menarik. Beragam tanaman hias dengan bentuk unik, menjadi hal paling berkesan baginya.
Kabalai Lembang, Ahmad Dedy Syathori menambahkan, kegiatan Agroeduwisata menunjukkan bahwa pertanian dapat dikenalkan melalui pengalaman langsung yang dekat dengan keseharian anak-anak.
"Bagi Generasi Alpha yang akrab dengan teknologi maka kegiatan praktik dan eksplorasi, menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus membuka wawasan tentang sektor pertanian," katanya.
Menurutnya, BBPP Lembang berharap semakin banyak generasi muda mengenal potensi pertanian Indonesia, bukan hanya sebagai sektor penyedia pangan, juga ruang inovasi, kreativitas, dan peluang masa depan. [dary/chetty/afriski/timhumas bbpplembang]
West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
