5 Hari Digembleng, 30 Pelaku Usaha Siap Kembangkan Agribisnis Peternakan Tangsel
West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Pengembangan usaha peternakan di tengah tuntutan peningkatan produktivitas dan nilai tambah membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis juga jiwa kewirausahaan. Regenerasi pelaku usaha peternakan menjadi penting agar sektor peternakan berkembang sebagai usaha yang produktif, adaptif dan memiliki daya saing.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan, semangat tersebut menjadi bagian dari ´pelatihan agribisnis peternakan´ yang digelar Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) merupakan bagian penting dalam pembangunan pertanian.
Menurutnya, kemajuan sektor pertanian membutuhkan SDM yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika usaha.
“Kemajuan pertanian bergantung pada kualitas SDM. Karena itu, kami berkomitmen meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan pendidikan yang berkualitas,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan.
“Pembangunan pertanian dimulai dari penguatan kualitas sumber daya manusianya melalui edukasi dan pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan,” ujar Arsanti.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan selama lima hari, sebanyak 30 peserta mendapat pembekalan untuk mengembangkan usaha peternakan dengan pendekatan agribisnis selama pelatihan.
Pelatihan resmi ditutup oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, Jumat (18/9). Penutupan tersebut menjadi momentum bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengembangan usaha masing-masing.
Terkait hal tersebut Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty juga mengungkapkan agribisnis peternakan membutuhkan pelaku usaha yang mampu melihat peluang dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Kementan menaruh harapan besar di pundak saudara sekalian. Jadilah agen perubahan, jadilah peternak milenial dan wirausahawan agribisnis yang tangguh," katanya.
Jangan hanya memikirkan keuntungan pribadi, ungkap Inneke Kusumawaty, juga mampu menggerakkan perekonomian di wilayah masing-masing.
Pelatihan 5 Hari
Inneke Kusumawaty berharap pengetahuan yang diperoleh selama lima hari tidak berhenti setelah pelatihan selesai, namun harus dapat diterapkan dan dikembangkan oleh peserta di lingkungan masing-masing.
“Pelatihan ini bukan akhir dari proses belajar. Justru setelah kembali ke lingkungan masing-masing, ilmu yang diperoleh harus dipraktikkan, dikembangkan dan memberikan manfaat bagi usaha serta masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan, Putri Inayatullah berharap pelatihan tersebut memberikan bekal bermanfaat bagi peserta mengembangkan usaha.
“Kami berharap melalui pelatihan para peserta mendapatkan pengetahuan dan ilmu yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha agribisnis peternakan," katanya.
Putri Inayatullah berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dan memberikan manfaat dalam pengembangan usaha masing-masing.
Menurut Putri, kerja sama dengan BBPKH Cinagara menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pengembangan usaha peternakan melalui peningkatan kapasitas masyarakat.
Inneke Kusumawaty mengatakan kolaborasi BBPKH Cinagara dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan diharapkan dapat terus berlanjut melalui program-program yang sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan sektor peternakan.
Dengan berakhirnya pelatihan, 30 peserta diharapkan mampu membawa pengetahuan yang diperoleh ke dalam praktik usaha, sehingga dapat mendorong berkembangnya agribisnis peternakan sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
