CSR Luwu Utara, Perluas Lahan Produksi Dukung Swasembada Pangan
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Luwu Utara, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mengakselerasi sejumlah program strategis untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Program prioritas yang kini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat adalah kegiatan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Lawewe, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Luwu Utara mengatakan Program CSR menjadi langkah nyata pemerintah, untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) dan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan lahan potensial yang sebelumnya belum produktif.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program CSR, salah satu strategi utama untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Menurutnya,
"Indonesia memiliki potensi lahan yang besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat," katanya.
Program CSR, tambah Mentan, menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam membantu petani meningkatkan kesejahteraannya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa keberhasilan Program CSR tidak hanya bergantung pada pembangunan lahan, juga kesiapan petani mengelolanya secara berkelanjutan.
“Melalui program Cetak Sawah Rakyat, pemerintah tidak hanya membuka lahan baru, juga menyiapkan petani agar mampu mengelola usaha tani secara optimal," katanya.
Pendampingan penyuluh dan penguatan kapasitas SDM pertanian, tambah Kabadan, menjadi kunci agar lahan yang dicetak dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
BBPP Batangkaluku
Dalam upaya memastikan pelaksanaan Program CSR berjalan sesuai target, Jamaluddin Al Afgani, meninjau lokasi CSR di Desa Lawewe, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sabtu (30/5).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat progres kegiatan, dialog dengan masyarakat penerima manfaat dan memastikan lahan yang dicetak segera dimanfaatkan untuk budidaya padi.
Pada kesempatan itu, Jamaluddin Al Afgani juga memotivasi petani agar memanfaatkan lahan yang telah dibuka secara optimal bagi peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan keluarga.
“Kami ingin memastikan Program CSR memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami turun langsung untuk melihat progres pekerjaan sekaligus mendengarkan aspirasi petani. Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias dan siap mengelola lahan yang telah dicetak," katanya.
Hal itu menjadi modal penting mendukung percepatan swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
Lahan Produktif
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku PJ Swasembada Pangan Luwu Utara mengatakan Program CSR merupakan langkah konkret pemerintah memperluas areal tanam dan meningkatkan produksi beras nasional.
"Dengan bertambahnya lahan sawah produktif, peluang mencapai swasembada pangan semakin besar," katanya.
Kegiatan CSR di Desa Lawewe merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
"Lahan yang sebelumnya berupa semak belukar, kini mulai ditata dan disiapkan menjadi sawah produktif yang siap ditanami padi," katanya.
Di Desa Lawewe, ungkapnya lagi, kegiatan CSR mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Bantuan pemerintah dalam proses pembukaan dan penataan lahan memberikan harapan baru bagi pemilik lahan, untuk mengembangkan usaha tani padi secara lebih optimal.
"Program CSR juga dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi lahan sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar," ungkap Jamaluddin Al Afgani.
Testimoni Petani
Rony, penerima manfaat mengungkap rasa syukur dan apresiasinya atas pelaksanaan Program CSR di wilayahnya. Lahan yang selama bertahun-tahun tidak dimanfaatkan kini berubah menjadi hamparan sawah yang siap ditanami.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan Kementan. Program CSR benar-benar membantu masyarakat," katanya.
Lahan yang sebelumnya semak belukar, sekarang sudah menjadi sawah yang siap ditanami padi. Dia bersama petani lain optimistis hasil pertanian akan meningkat dan membantu perekonomian keluarga.
Hal serupa dikemukakan Arshan, pemilik lahan lainnya yang turut merasakan manfaat program tersebut.
“CSR memberikan harapan baru bagi kami. Dengan adanya sawah baru ini, kami memiliki kesempatan meningkatkan produksi padi dan ikut mendukung swasembada pangan," katanya.
Program CSR sangat dibutuhkan masyarakat pedesaan yang memiliki lahan tetapi terkendala dalam pengelolaannya.
Jamaluddin Al Afgani menambahkan, melalui kegiatan CSR di Desa Lawewe, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, pemerintah bersama masyarakat menunjukkan komitmen kuat mempercepat swasembada pangan nasional.
"Bertambahnya luas sawah produktif, semangat petani yang tinggi, serta pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi pangan sekaligus kesejahteraan masyarakat pedesaan. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]
North Luwu of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
