Brigade Pangan Petani Keren, Panen di tengah Kepungan Asap Karhutla Kalteng

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Brigade Pangan Petani Keren, Panen di tengah Kepungan Asap Karhutla Kalteng
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P. selaku PJ Brigade Pangan Kalteng [tengah] bersama petani dan Brigade Pangan pada panen di tengah kabut asap Karhutla di Desa Bina Jaya, Kecamatan Dadahup CSR Blok A1, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

 

Kapuas, Kalteng (B2B) - Gerakan Tanam (Gertam) Padi menjadi salah satu strategi Kementerian Pertanian RI (Kementan) untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang telah dibangun melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR).

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, selaku Penanggung Jawab (PJ) dan Pendamping Brigade Pangan Kalteng mengatakan, upaya peningkatan frekuensi tanam, lahan yang tersedia diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar pada peningkatan produksi pangan nasional.

Selain memperluas areal tanam, kegiatan diarahkan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) sehingga lahan dapat dimanfaatkan lebih intensif dan produktivitas pertanian terus meningkat dari waktu ke waktu.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, percepatan tanam merupakan langkah penting menjaga stabilitas produksi pangan nasional, sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan.

"Setiap lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah harus segera dimanfaatkan secara optimal agar mampu menghasilkan produksi yang berdampak langsung terhadap ketersediaan pangan nasional," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti berharap penanaman melalui Program CSR tidak mengalami keterlambatan. 

"Hambatan terkait tata air perlu segera diperbaiki agar lahan yang biasanya mulai tergenang pada bulan Januari 2027 tetap dapat diupayakan untuk ditanami," katanya.

Diperlukan sinergi dan kerja sama seluruh stakeholder untuk mengatasi berbagai kendala sehingga kegiatan penanaman dapat terlaksana secara optimal.

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P. selaku PJ dan Pendampin Brigade Pangan Kalteng mengatakan, pihaknya selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari BPPSDMP Kementan kembali melaksanakan kegiatan Tanam Bersama di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Kamis (8/10).

"Lokasi panen berada pada lahan CSR di Desa Bina Jaya, Kecamatan Dadahup CSR Blok A1, Kabupaten Kapuas, Kalteng," katanya.

Kementan mengundang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Pemprov Kalteng, BRMP Kalteng, perwakilan BWS Kalimantan 2, Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan Pemkab Kapuas, BPS, PT Pupuk Indonesia, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Danramil, Katimker, penyuluh, pendamping dan tamu lainnya.

Angga Tri menambahkan, luasan lahan yang dipanen mencapai 10 hektar, dengan hasil ubinan sebesar 3,6 ton, menggunakan Alsintan yakni Combine Harvester.

"Benih yang digunakan yaitu varietas benih unggul lokal Kalteng, Nyai Undang, yang sedang proses label oleh BPSB Kalteng," katanya.

Angga Tri berharap varietas benih unggul lokal tersebut dapat menjadi benih sumber untuk petani Kalteng, terutama kondisi cuaca ekstrem untuk pH maupun air.

"Kementan akan terus mendukung serta mendampingi Brigade Pangan agar lebih meningkatkan usahanya, lebih memberikan dampak bagi masyarakat disekitarnya. Demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan," katanya. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

 

Kapuas of Central Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.