6 Bulan Digembleng Kementan, Mahasiswa Unhas Bawa `Bekal` Ilmu Pertanian Modern
Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Gowa, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku melepas mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang telah menyelesaikan program magang selama enam bulan di BBPP Batangkaluku, Selasa (23/6).
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan program magang tersebut merupakan bentuk sinergi antara Kementan dan perguruan tinggi mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian di masa depan.
Kegiatan magang mahasiswa Unhas Makassar di BBPP Batangkaluku sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa sektor pertanian saat ini telah bertransformasi menjadi sektor yang berbasis teknologi, inovasi, dan riset.
"Oleh karena itu, generasi muda memiliki peran penting mempercepat modernisasi pertanian sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional," katanya.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa program magang menjadi salah satu langkah strategis membangun SDM pertanian yang unggul dan berdaya saing.
"Melalui kegiatan magang, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi dan memahami kebutuhan dunia kerja di sektor pertanian modern," katanya.
BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan ´pelepasan magang´ mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian Unhas Makassar, menandai berakhirnya proses pembelajaran lapangan yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa Unhas mengimplementasikan ilmu di bangku kuliah.
"Selama mengikuti program magang, mahasiswa terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan teknis di lingkungan BBPP Batangkaluku," katanya.
Mereka memperoleh pengalaman dalam pengelolaan lahan praktik, penerapan teknologi budidaya dan pengolahan hasil pertanian.
"Hingga pengenalan sistem Smart Farming sebagai bagian dari pengembangan pertanian modern," ungkap Jamaluddin Al Afgani
Testimoni Mahasiswa
Perwakilan mahasiswa magang, Asdar Ariyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran BBPP Batangkaluku atas bimbingan yang diberikan selama enam bulan pelaksanaan magang.
"Kami memperoleh banyak pengalaman baru yang tidak hanya memperkaya kemampuan teknis, juga meningkatkan keterampilan komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan menyelesaikan permasalahan di lapangan," katanya.
Sementara itu, Guru Besar Ilmu Alat dan Mesin Pertanian Universitas Hasanuddin, Prof. Iqbal, menyampaikan bahwa BBPP Batangkaluku merupakan mitra strategis yang mendukung pelaksanaan pembelajaran mata kuliah Alat dan Mesin Pertanian.
"Program magang ini berbobot 20 SKS sehingga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa. Kami berharap para mahasiswa memperoleh bekal pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat serta kolaborasi ini dapat terus berlanjut," ujar Prof. Iqbal.
Melalui program magang, kata Jamaluddin Al Afgani, BBPP Batangkaluku terus memperkuat perannya sebagai lembaga pelatihan dan pengembangan SDM pertanian yang terbuka terhadap kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda pertanian yang profesional, inovatif, dan siap mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan serta mewujudkan swasembada pangan. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]
Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
