Mentan Kumpulkan 101 Bupati Capai Swasembada Jagung
Indonesia Targets the Achievement of Corn Self-sufficiency
Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Jakarta (B2B) - Sampai saat ini Indonesia masih mengimpor jagung sekitar 3,5 juta ton per tahun, yang sebagian besar dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku pakan ternak unggas. Di sisi lain, unggas menyumbang lebih dari 50% sumber protein bagi masyarakat.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman segera bertindak untuk mengatasi ketergantungan Indonesia terhadap jagung impor mengingat produksi jagung tersebar di berbagai provinsi dan infrastruktur yang terbatas, sementara pemasaran jagung terpusat di Jawa, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.
"Akibatnya terjadi disparitas harga antar daerah yang cukup signifikan, dan pemerintah belum mengatur tata niaga jagung sehingga harga jagung sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar," kata Menteri Amran Sulaiman saat membuka dialog dengan 101 bupati dari seluruh Indonesia untuk mendukung upaya pencapaian swasembada jagung di Jakarta, Senin (4/5).
Mentan berinisiatif mengumpulkan 101 bupati yang wilayahnya tergolong sentra jagung dengan luasan kegiatan pengembangan jagung sekitar 700 ribu hektar. Kepala daerah yang hadir antara lain Bupati Dompu dari Nusa Tenggara Barat, Bupati Bantaeng (Sulsel), dan Bupati Gorontalo (Gorontalo).
Hadir dalam dialog tersebut perwakilan dari Gabungan Pengusaha Pakan Ternak (GMPT) yang mewakili 62 industri pakan ternak, Perhutani, legislator dan para kepala dinas provinsi.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kementerian Pertanian RI, Marihot H Panggabean mengatakan dialog Mentan Amran Sulaiman dengan 101 bupati dan pihak terkait untuk meningkatkan produksi jagung nasional, jaminan pasar jagung, dan jaminan ketersediaan jagung sebagai bahan baku industri pakan ternak.
Jakarta (B2B) - Until now, Indonesia still imports 3.5 tons of corn per year, which is most of the used as poultry feed. On the other hand, poultry be a source of protein Indonesian people, according to the Agriculture Ministry.
Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman act immediately to tackle Indonesia´s dependence on imported maize, because maize production spread over several provinces and limited infrastructure, while corn marketing concentrated in Java, North Sumatra and South Sulawesi.
"Consequently trigger price disparity between regions are quite significant, and the government has not set up trade system so that prices are determined by market mechanism," said Minister Amran Sulaiman in Jakarta on Monday (4/5) while opened a dialogue with 101 regents across Indonesia to support the achievement self-sufficiency in maize.
Agriculture minister initiative to dialogue with 101 regent, whose territory is classified as maize centers with total area of 700 thousand hectares. Also attended Dompu Regent of West Nusa Tenggara province, Bantaeng Regent (South Sulawesi), and Gorontalo Regent (Gorontalo).
Present in the dialogue representatives of Indonesian Association of Feed represented 62 animal feed industry, forestry SOEs, legislators and the head of the provincial agricultural office.
Head of Public Relations of the Indonesian Agriculture Ministry, Marihot H Panggabean said his boss dialogue with 101 regents to increase national maize production, maize market guarantees, and guarantees availability of corn as raw material for animal feed industry.
