Usaha Tani Modern, Kementan Bekali Petani Strategi Digital dan Kemitraan Berkelanjutan

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Usaha Tani Modern, Kementan Bekali Petani Strategi Digital dan Kemitraan Berkelanjutan
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani apresiasi kehadiran Kapuslat BPPSSMP Kementan, Tedy Dirhamsyah membuka BOC Volume 354 dengan narsum GM Inkubator Bisnis Makassar, Khairul Umam didampingi dua Widyaiswara BBPP Batangkaluku.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menggelar webinar Bertani On Cloud (BOC) Volume 354 bertajuk ´Akselerasi Penumbuhan Usaha dengan Mindset Wirausaha, Digitalisasi dan Kemitraan Berkelanjutan´ dipusatkan di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (11/6).

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaludin Al Afgani mengatakan BOC khususnya Volume 354 menjadi salah satu wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi para pelaku pertanian, penyuluh, petani milenial dan para pemangku kepentingan memperkuat kapasitas usaha pertanian.

Kegiatan BOC sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa selama ini sektor pertanian kurang diminati generasi muda karena dianggap tidak menjanjikan secara ekonomi. 

"Pendekatan terstruktur dalam program Brigade Pangan, mendorong dan mengawal minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian mulai menunjukkan peningkatan signifikan," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSSMP) Idha Widi Arsanti mengatakan Brigade Pangan dirancang sebagai ekosistem. 

"Tidak hanya berhenti pada perekrutan, tetapi memastikan petani muda memiliki kompetensi, pendampingan, dan peluang pendapatan yang layak," katanya.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan Bertani On Cloud (BOC) khususnya Volume 354 menjadi salah satu wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi para pelaku pertanian, penyuluh, petani milenial dan para pemangku kepentingan memperkuat kapasitas usaha pertanian.

"Webinar BOC bertajuk ´Akselerasi Penumbuhan Usaha dengan Mindset Wirausaha, Digitalisasi dan Kemitraan Berkelanjutan´ berupaya mengajak para pelaku utama dan pelaku usaha pertanian memanfaatkan teknologi digital, guna mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan," katanya.

Jamaluddin Al Afgani menambahkan, Kementan menghadirkan narasumber, Khairul Umam, General Manager Inkubator Bisnis Makassar, yang mengelaborasi sejumlah tips dalam pemanfaatan berbagai layanan digital yang tersedia secara gratis.

Oplah dan CSR

Kegiatan BOC yang diinisiasi oleh BBPP Batangkaluku tersebut dibuka resmi oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Tedy Dirhamsyah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah secara daring. 

Dalam arahannya, Tedy Dirhamsyah menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mempercepat pembangunan pertanian menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis, baik melalui intensifikasi pertanian berupa optimalisasi lahan (Oplah) maupun ekstensifikasi pertanian melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR).

“Pemerintah terus mendorong pembangunan pertanian swasembada berkelanjutan melalui program intensifikasi seperti Oplah dan CSR serta ekstensifikasi melalui CSR," kata Tedy Dirhamsyah.

Program-program ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas produksi pertanian nasional. Dalam pelaksanaan program Oplah dan CSR terdapat pendekatan konsolidasi lahan yang dijalankan melalui program prioritas Kementan yakni Brigade Pangan.

Lebih lanjut Tedy menjelaskan, anggota Brigade Pangan terdiri dari 15 pemuda melek teknologi, yang didorong menjadi wirausahawan pertanian dengan mengelola lahan hingga 200 hektare.

Pelaku Usaha

Tedy Dirhamsyah mengingatkan, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, juga oleh tumbuhnya pelaku usaha pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

General Manager Inkubator Bisnis Makassar, Khairul Umam selaku narasumber BOC mengurai 6 Tips yaitu memanfaatkan berbagai layanan digital yang tersedia secara gratis dan memastikan usaha muncul di berbagai titik pencarian.

"Tak kalah penting memanfaatkan berbagai layanan marketplace, membangun komunikasi dengan calon, meanfaatkan sosial media, dan menggunakan Artificial Intelligence atau AI," katanya.

Melalui tema yang diangkat, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha tani yang lebih inovatif, memanfaatkan teknologi digital secara optimal, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 

 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.