Saka Taruna Bumi, Mentan Komitmen Jaga Swasembada Pangan Berkelanjutan
Indonesian Govt Increase of Rice Production across the Country
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Jakarta (B2B) - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan Pelantikan Majelis Pembimbing (Mabisaka) dan Pimpinan Satuan Karya (Pinsaka) Saka Taruna Bumi Tingkat Nasional Masa Bakti 2025–2028, Jumat (13/2/2026), di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.
Pengukuhan kepengurusan baru ini menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam menjaga swasembada pangan nasional yang telah dideklarasikan pada 7 Januari 2026.
Pemerintah menempatkan keberlanjutan swasembada sebagai agenda strategis jangka panjang yang harus ditopang oleh penguatan sumber daya manusia pertanian, khususnya generasi muda.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional sejatinya berawal dari komitmen dan kesadaran setiap individu.
Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa harus menyatukan langkah agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dan tidak bergantung pada pangan dari luar negeri.
“Kita tidak boleh bergantung pada pangan impor. Swasembada yang telah kita capai harus dijaga bersama secara berkelanjutan. Kuncinya ada pada kesatuan langkah dan aksi nyata di lapangan,” tegasnya.
Saka Taruna Bumi
Dalam paparannya, Ia menambahkan bahwa Gerakan Pramuka, termasuk Saka Taruna Bumi, harus berperan lebih dari sekadar simbolik dan menjadi motor perubahan melalui kegiatan nyata yang berdampak langsung, salah satunya melalui gerakan penanaman pohon secara masif dan berkelanjutan.
“Setiap tanggal 14 Agustus, saya mengajak seluruh anggota gerakan pramuka di Indonesia untuk bergerak menanam pohon di lingkungan masing-masing, minimal sepuluh pohon per rumah," katanya.
Jika dilakukan secara konsisten, dalam sepuluh tahun ke depan kita telah menyiapkan fondasi lingkungan dan pangan yang kuat bagi generasi penerus bangsa.
Menteri Pertanian juga menegaskan peran strategis Saka Taruna Bumi dalam mencetak generasi muda pertanian yang adaptif terhadap teknologi, profesional, dan berjiwa wirausaha.
Selaras dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa penguatan Saka Taruna Bumi merupakan bagian integral dari strategi pembangunan SDM pertanian yang terarah dan terukur.
Ia memastikan pembinaan tidak hanya menguatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter yang sesuai sebagai fondasi menghadapi pertanian modern.
Idha menambahkan bahwa integrasi pembinaan kepramukaan dengan program pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan pertanian akan mempercepat lahirnya petani muda profesional yang siap berkontribusi langsung dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Kwarnas Pramuka
Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menyatakan dukungan penuh Gerakan Pramuka terhadap program strategis pemerintah, khususnya dalam mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa.
Ia mengapresiasi kepemimpinan Menteri Pertanian yang dinilai berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi pijakan penting menuju kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan.
Budi Waseso menambahkan, Gerakan Pramuka siap melaksanakan tantangan penanaman 25 juta pohon yang dicanangkan Menteri Pertanian, khususnya melalui penanaman pohon komoditas.
Ia optimistis, melalui program Saka Taruna Bumi dan keterlibatan generasi muda yang melek teknologi, Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan sekaligus melangkah menuju Indonesia Emas.
Melalui kepengurusan periode 2025–2028, Saka Taruna Bumi diharapkan semakin solid dan progresif dalam memperluas pembinaan kader pertanian, sekaligus menjadi penggerak utama regenerasi SDM pertanian untuk memastikan swasembada pangan Indonesia tetap terjaga dan berkelanjutan. [esap/timhumas bppsdmpkementan]
Jakarta [B2B] - The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
