Kementan Dukung Pandeglang Kembangkan Urban Farming & Literasi Pertanian

The Agricultural Library Support Indonesian Farmers in Achieving Food Self-sufficiency

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Kementan Dukung Pandeglang Kembangkan Urban Farming & Literasi Pertanian
BB PUSTAKA: Plt Kepala BB Pustaka, Inneke Kusumawaty diwakili Kabag Umum, Revo Agri Muis (ke-5 kanan) menyerahkan buku Sejarah Pertanian Indonesia pada Bupati Pandeglang, Dewi Setiani pada kegiatan kunjungan BB Pustaka di Kota Bogor.

 

Bogor, Jabar (B2B) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang di Provinsi Banten melakukan kunjungan ke Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) pada Selasa (22/9). 

Plt Kepala BB Pustaka, Inneke Kusumawaty mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses petani Kabupaten Pandeglang terhadap informasi, pengetahuan, dan teknologi pertanian yang terus berkembang, sekaligus memperkuat kolaborasi pengembangan urban farming dan literasi pertanian. 

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk mendorong urban farming agar makin diminati masyarakat Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengungkapkan bahwa SDM pertanian dan penyuluh harus adaptif terhadap arus informasi digital yang deras agar mampu mengakses data yang valid, mengevaluasi, serta menyebarkan inovasi teknologi tepat guna.

BB Pustaka

Plt Kepala BB Pustaka, Inneke Kusumawaty diwakili oleh Kepala Bagian Umum BB Pustaka, Revo Agri Muis, mengungkapkan, persiapan pengelolaan urban farming di lingkungan BB Pustaka dilakukan selama tujuh hari. 

Seluruh pegawai turut terlibat dalam kegiatan tersebut dengan pembagian tanggung jawab pada setiap bidang.

“Setiap bidang bertanggung jawab terhadap lahannya masing-masing. Seluruh pegawai terlibat dalam persiapan pengelolaan urban farming,” katanya.

Bupati Kabupaten Pandeglang, Dewi Setiani mengungkapkan bahwa Kabupaten Pandeglang memiliki potensi lahan pertanian yang masih luas dan dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai program pertanian, termasuk urban farming.

“Pandeglang memiliki potensi lahan yang masih luas. Atas arahan Sekjen Kementan, Pandeglang turut diarahkan untuk ikut dalam urban farming,” ungkapnya.

Upaya Kolaborasi

Kolaborasi dengan BB Pustaka tidak hanya diarahkan pada pengembangan kegiatan pertanian, juga peningkatan literasi dan pemanfaatan sumber informasi pertanian bagi masyarakat.

“Kami ingin belajar literasi dan perpustakaan, khususnya terkait teknologi pertanian yang terus berkembang. Pandeglang bisa menjadi lokus percontohan untuk literasi pertanian,” katanya. 

Dia menambahkan, Pemkab Pandeglang juga ingin memperluas kolaborasi sekaligus memperkuat arahan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, termasuk melalui pelaksanaan cetak sawah dan peningkatan luas areal tanam (Oplah) yang melibatkan petani.

Koleksi Antiquariat

Ketua Kelompok Substansi Perpustakaan dan Literasi, Widaryono, menjelaskan bahwa BB Pustaka memiliki koleksi yang berasal dari seluruh unit kerja lingkup Kementan termasuk koleksi dari BRMP Banten. 

Selain koleksi pertanian terkini, BB Pustaka juga memiliki koleksi antiquariat yang menyimpan berbagai informasi bersejarah, termasuk informasi mengenai kekhasan wilayah dan badak bercula satu yang berkaitan dengan kawasan Pandeglang.

Dukungan terhadap penguatan literasi pertanian juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Tanti Yulianti. 

Dia berharap BB Pustaka dapat membantu menyediakan tautan atau sumber informasi pertanian yang mudah diakses petani untuk ditempatkan di pojok baca. 

Kebutuhan petani terhadap informasi pertanian semakin besar, diharapkan BB Pustaka dapat turut menyediakan informasi terkait program dan kegiatan Pertanian Modern, Mandiri, dan Sejahtera (PM-AAS). 

Kolaborasi antara BB Pustaka dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi pertanian, sekaligus mendukung petani memperoleh informasi yang relevan mengenai teknologi, program, dan inovasi pertanian. 

Dengan potensi lahan yang dimiliki, Kabupaten Pandeglang juga berpeluang dikembangkan sebagai salah satu lokus percontohan literasi pertanian yang terintegrasi dengan kegiatan pertanian di lapangan. [shinta/timhumas bbpustaka]

 

 

 

 

 

Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.