Stok Beras Tembus 28 Juta Ton, Wamentan Kebut Tanam di Lamongan Tangkal El Nino

Indonesia Increases Rice Production through the Simultaneous Planting Movement

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Stok Beras Tembus 28 Juta Ton, Wamentan Kebut Tanam di Lamongan Tangkal El Nino
BPPSDMP KEMENTAN: Wamentan Sudaryono memanfaatkan mesin tanam padi [rice transplanter] pada kegiatan penanaman padi varietas Inpari 32 di lahan seluas 12 hektar yang menjadi bagian dari capaian tanam harian 750 hektar.

 

Lamongan, Jatim (B2B) - Wakil Menteri Pertanian RI (Wamentan) Sudaryono mengakselerasi Gerakan Tanam (Gertam) padi seluas 750 hektar di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebagai upaya memperkuat produksi beras nasional dan menjaga momentum peningkatan luas tanam di salah satu lumbung pangan utama Indonesia.

Dalam upaya percepatan tersebut, Wamentan Sudaryono bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Tanam di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (30/5). 

Pada kesempatan itu, rombongan menyaksikan penanaman padi varietas Inpari 32 di lahan seluas 12 hektar yang menjadi bagian dari capaian tanam harian 750 hektar.

Selain melakukan penanaman bersama, Wamentan Sudaryono didampingi Kepala Bappenas dan Bupati Lamongan menyerahkan bantuan stimulan pertanian secara simbolis kepada perwakilan petani setempat guna mendukung peningkatan produktivitas. 

Bantuan yang disalurkan meliputi benih padi, benih jagung, hand tractor, dan rotavator.

Wamentan Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan hanya dapat dicapai melalui peningkatan luas tanam. Pemerintah terus memastikan seluruh kebutuhan petani terpenuhi, mulai dari air irigasi, benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian.

"Yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam. Kunci pertanian itu sederhana, kalau ingin panennya lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak," katanya.

Karena itu pemerintah memastikan seluruh kebutuhan produksi dipenuhi agar petani bisa meningkatkan luas tanam dan produktivitasnya.

Produktivitas Lamongan

Menurut Wamentan Sudaryono, Lamongan memiliki posisi penting dalam mendukung target produksi pangan nasional karena merupakan salah satu kabupaten dengan produktivitas pangan tertinggi di Jawa Timur. 

Berbagai indikator pertanian di wilayah tersebut juga menunjukkan tren positif, baik dari sisi produktivitas, luas panen, maupun hasil produksi.

Selain mendorong peningkatan produksi, Kementan juga memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. 

Wamentan memastikan kondisi cadangan pangan nasional saat ini berada dalam posisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Cadangan beras kita, baik yang tersimpan di Bulog, yang masih standing crop dan segera dipanen, maupun yang beredar di masyarakat, totalnya sekitar 28 juta ton," katanya.

Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama kurang lebih 11 bulan. Katakanlah El Nino berlangsung sampai enam bulan sekalipun, cadangan pangan kita masih cukup untuk menghadapi skenario yang paling berat.

Tangkal El Nino

Menurut Wamentan Sudaryono, berdasarkan berbagai proyeksi, dampak El Nino diperkirakan paling kuat terjadi pada periode Juli hingga September dengan puncak pada Agustus. 

Kendati demikian, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk memastikan produksi pertanian tetap terjaga.

Selain menjaga kecukupan cadangan pangan, Kementan terus memperkuat infrastruktur air melalui revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan dan perbaikan sarana pengairan, pengeboran air tanah, serta program pompanisasi di berbagai sentra produksi pangan. 

Sejak 2024, Kementan telah menyalurkan hampir 100 ribu unit pompa air ke berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.

Ketersediaan Pupuk

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa sejumlah program dan bantuan pemerintah telah memberikan dampak positif terhadap penguatan sektor pertanian di daerahnya. 

Salah satunya melalui kemudahan akses pupuk yang saat ini semakin mudah diperoleh petani.

"Alhamdulillah pupuk di Kabupaten Lamongan saat ini aman, tersedia dengan mudah dan harga yang terjangkau. Ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian di Lamongan," ujar Yuhronur.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus memperkuat kesiapan menghadapi perubahan iklim melalui optimalisasi jaringan irigasi, pemanfaatan pompanisasi, serta normalisasi saluran air guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

"Kami akan memaksimalkan saluran irigasi yang ada, memanfaatkan bantuan pompa melalui irigasi perpompaan maupun perpipaan, serta terus melakukan perbaikan dan normalisasi jaringan irigasi," katanya.

Di saat yang sama, Pemkab juga terus mendorong penggunaan mekanisasi pertanian mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga panen agar produktivitas semakin meningkat," katanya.

Melalui percepatan tanam, penguatan sarana produksi, modernisasi pertanian, serta langkah mitigasi perubahan iklim, pemerintah optimistis target peningkatan produksi pangan nasional dapat tercapai sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan global dan iklim. [esap/timhumas bppsdmpkementan]

 

 

 

 

 

 

Lamongan of East Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers


The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.