Mentan Amran: "Harga Beras Harus Terjangkau Sesuai HET di Seluruh Indonesia"

Indonesia Increases Rice Production across the Country

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Mentan Amran: "Harga Beras Harus Terjangkau Sesuai HET di Seluruh Indonesia"
BPPSDMP KEMENTAN: Mentan Amran Sulaiman (kanan) dialog dengan petani Alor, NTT untuk mengetahui distribusi dan harga pangan pokok khususnya beras, dalam rangkaian kunjungan dadakan di Alor setelah mendengar aspirasi Adriano Padama, mahasiswa Undip Semarang asal Alor pada Kuliah Umum Mentan di Undip Semarang.

 

Alor, NTT (B2B) - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga beras harus sama dan sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Mentan Amran setelah mengecek langsung ketersediaan beras di Alor, Sabtu (8/8) seraya memerintahkan Bulog dan jajaran terkait menjaga stok serta memastikan tidak ada lagi lonjakan harga ke Rp17 ribu hingga Rp30 ribu per kg akibat persoalan pasokan dan distribusi di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, kuatnya stok beras nasional harus benar-benar dirasakan masyarakat hingga wilayah kepulauan melalui pasokan yang cukup dan harga yang terjangkau. 

“Hari ini beras, harganya harus seperti Jakarta. Kami cek, kemarin katanya harga sampai Rp25 ribu, Rp30 ribu, Rp15 ribu. Sekarang beras sudah ada di gudang, stok baik. Tidak boleh lagi ada cerita harga Rp25 ribu, Rp17 ribu,” tegas Mentan Amran.

Dia meminta Bulog bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait memastikan pasokan beras di Alor terus tersedia. 

Stok Memadai

Mentan tidak ingin kekosongan stok menjadi pemicu lonjakan harga yang akhirnya membebani masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah dengan tantangan distribusi.

“Gudang kami minta dipenuhi. Jangan sampai ada kekosongan stok saat masyarakat membutuhkan beras. Harganya harus sama dengan Jakarta,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan, pemerintah memiliki kekuatan stok yang memadai untuk melakukan intervensi ketika terjadi kenaikan harga. 

Beras yang tersedia harus segera dialirkan ke masyarakat ketika dibutuhkan, termasuk melalui pelaksanaan pasar murah.

“Stok tertinggi selama Republik ini berdiri adalah pada zaman Pak Prabowo. Sekarang aman. Kalau ada yang membutuhkan beras, keluarkan ke pasar. Lakukan pasar murah di mana dibutuhkan,” katanya.

Aspirasi Mahasiswa

Kunjungan kerja Mentan Amran ke Kabupaten Alor berawal dari aspirasi seorang mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, yang sebelumnya menyampaikan langsung kondisi harga beras yang tinggi karena terkendala proses distribusi ke wilayah kepulauan.

Hal ini disampaikan saat Mentan Amran memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Jawa Tengah.

Mentan Amran mengaku memilih datang langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan aspirasi tersebut segera ditindaklanjuti. Bahkan, agenda rapat pimpinan di Jakarta dibatalkan agar dirinya dapat langsung menuju Alor.

“Saya terima dengan senang hati karena teriakannya membawa aspirasi rakyat. Saya bangga dengan Andriano. Ini putra terbaik NTT. Mereka membaca denyut nadi masyarakat, apa yang menjadi keinginan masyarakat, bukan kepentingan pribadi,” ungkapnya.

“Insyaallah kami langsung turun. Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Dari Jawa Tengah kami langsung ke Alor. Kami sudah lihat, dan semua permintaan yang berada dalam kewenangan pertanian kami penuhi,” lanjut Mentan Amran.

Intervensi Pusat

Kehadiran Kementan di Alor tidak berhenti pada penanganan harga beras. Mentan Amran menyiapkan intervensi untuk memperkuat produksi pangan masyarakat agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah secara bertahap dapat dikurangi. 

Pemerintah memberikan dukungan benih padi untuk pengembangan hingga 3.000 hektare serta pengembangan jagung seluas 3.000 hektare.

“Yang sekarang, beras sudah masuk. Yang kedua benih padi. Tadi minta, kami kasih untuk 3.000 hektare. Kemudian jagung juga 3.000 hektare,” ujarnya.

Dukungan produksi tersebut akan diperkuat dengan penyediaan alat dan mesin pertanian serta pompa pada wilayah yang memiliki sumber air. 

Mentan Amran menilai pengembangan padi dan jagung menjadi solusi yang dapat memberikan hasil relatif cepat bagi masyarakat karena dapat dipanen dalam hitungan bulan. [esap/timhumas bppsdmpkementan]

 

 

 

 

 

 

Alor of East Nusa Tenggara [B2B] - The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.