Konsultasi Publik, Polbangtan Bogor Perkuat Kualitas Layanan & Partisipasi Stakeholders

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Konsultasi Publik, Polbangtan Bogor Perkuat Kualitas Layanan & Partisipasi Stakeholders
POLBANGTAN BOGOR: Wakil Direktur Polbangtan Bogor [Wadir] Rudi Hartono mewakili Direktur Yoyon Haryanto pada Forum Konsultasi Publik, yang dihadiri stakeholders dari lima jenis layanan publik Polbangtan Bogor yakni layanan pendidikan, pelatihan dan layanan penunjang lainnya.

 

Kota Bogor, Jabar (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Kamis (23/4) di Aula Kampus Cibalagung. Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog terbuka antara penyelenggara layanan dengan para pemangku kepentingan [stakeholders] guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Polbangtan Bogor.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan FKP menghadirkan narasumber dari Ombudsman RI Kantor Perwakilan Jakarta Raya yang memberikan penguatan terkait standar pelayanan publik, pengelolaan pengaduan, peran penting akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan layanan. 

Kegiatan turut dihadiri oleh seluruh stakeholders dari lima jenis layanan publik yang dimiliki Polbangtan Bogor mulai dari layanan pendidikan, pelatihan, hingga layanan penunjang lainnya.

Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya forum konsultasi sebagai ruang evaluasi bersama. 

“Forum ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi sarana strategis untuk menyerap aspirasi dan masukan dari pengguna layanan. 

Kementan ingin memastikan bahwa seluruh layanan Polbangtan Bogor benar-benar responsif, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pernyataannya menekankan bahwa penguatan layanan publik menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi sektor pertanian. 

“Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik yang transparan, cepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat. 

Polbangtan sebagai lembaga pendidikan vokasi harus menjadi contoh dalam menghadirkan layanan prima yang mendukung lahirnya SDM pertanian unggul,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa keterlibatan stakeholder dalam forum ini menjadi kunci perbaikan berkelanjutan. 

“Partisipasi aktif stakeholder adalah kekuatan utama dalam membangun sistem pelayanan yang lebih baik. Dengan forum ini, kita dapat mengidentifikasi kebutuhan riil pengguna layanan sekaligus merumuskan solusi yang tepat sasaran,” jelasnya.

Melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik ini, Polbangtan Bogor menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan, memperkuat kepercayaan publik, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik di sektor pendidikan pertanian. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

Bogor City of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.