Sayuran Hidroponik, Siswa SMK PP Banjarbaru Bernyali Kelola Dana PWMP

Millennial Farmers are the Target of Developing Indonesian Agricultural HR

Reporter : Kevin Cesario
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Sayuran Hidroponik, Siswa SMK PP Banjarbaru Bernyali Kelola Dana PWMP
BUDIDAYA HIDROPONIK: Langkah mereka bertiga sejalan dengan harapan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo sebagai pilihan tepat apabila generasi muda memilih sektor pertanian [Foto: Pusdiktan BPPSDMP]

Banjarbaru, Kalsel [B2B] -  Adiatma Putra Pradana, Adi Hermawan dan Vouda Raditya Mahadi Yogama, siswa SMK PP Banjarbaru di Provinsi Kalimantan Selatan bernyali mengajukan proposal  budidaya sayuran hidroponik pada Kementerian Pertanian RI, pengusung Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian [PWMP] bagi milenial di sektor pertanian.

Mendapatkan modal usaha Rp15 juta pada 2020, mereka berhasil panen 1.000 pohon selada hidroponik untuk sekali panen. Hasilnya, penjualan mencapai Rp3 juta tiap kali panen, menurut keterangan tertulis Pusat Pendidikan Pertanian [Pusdiktan BPPSDMP] selaku pelaksana PWMP dari Kementan. 

"Saat ini mereka sedang mempersiapkan penanaman kedua dengan mencoba budidaya kembang kol untuk perkembangan produknya," seperti dilansir Pusdiktan kepada B2B, Rabu [15/10].

Adiatma Putra Pradana pun menuturkan alasannya mengapa menempuh pendidikan di SMK PP Banjarbaru.  “Ayah saya penyuluh pertanian. Ayah menginginkan saya melanjutkan pendidikan yang lekat sektor pertanian. Sempat saya berfikir mengapa harus sektor pertanian? Ketika saya mendengar ada PWMP, saya seperti mendapat semangat baru."

Menurutnya, ternyata pilihannya tidak salah, karena SMK PP mengajarkan budidaya dan kiat menjadi wirausahawan pertanian. Hal itu membuat dirinya maupun rekan-rekannya pun merasa jatuh hati dan yakin melanjutkan pendidikan ke jurusan pertanian kelak setelah lulus SMK PP Banjarbaru.

Langkah mereka bertiga sejalan dengan harapan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo sebagai pilihan tepat apabila generasi muda memilih sektor pertanian. 

“Pertanian merupakan sektor yang dibutuhkan semua orang, dan sangat diperlukan untuk mendukung kemajuan sebuah negara. Jangan takut menjadi petani dan wirausaha muda pertanian," kata Mentan.

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] menegaskan bahwa salah satu sektor yang tetap bertahan di segala kondisi, termasuk pandemi Covid-19. 

"Saat ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia," kata Dedi Nursyamsi.

Hal senada dikemukakan Kepala Pusdiktan BPPSDMP Idha Widi Arsanti bahwa sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya agar pertanian ke depan menjadi pertanian modern, untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun berorientasi ekspor.

“Melalui program PWMP, kita dorong generasi milenial untuk menjadi wirausaha sukses. Terbukti, saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus wirausahawan muda pertanian," kata Idha WA.

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - Indonesian Agriculture Ministry encourages agricultural training activities support the strategic program of the ministry by developing a self-help agricultural training center in the countryside, and on-the-job training in food production centers, according to senior official.