Pelatihan PM-AAS, Kementan Dorong Petani Maros Sulsel Kuasai Pertanian Modern

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Pelatihan PM-AAS, Kementan Dorong Petani Maros Sulsel Kuasai Pertanian Modern
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan melalui pelatihan, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam menerapkan PM-AAS pada budidaya padi, sehingga teknologi yang diperoleh tidak berhenti pada pemahaman di ruang pelatihan, namun dapat diterapkan secara nyata di lahan masing-masing.

 

Maros, Sulsel (B2B) - Sebanyak 66 petani dari kelompok tani (Poktan), gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan petani milenial Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengikuti ´Pelatihan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk Budidaya Padi Angkatan I dan Angkatan II´ yang digelar oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku di Maros selama tiga hari, 21 - 23 September 2026.

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan keterlibatan petani dari berbagai unsur tersebut, diharapkan memperluas penerapan teknologi pertanian modern di tingkat lapangan, sekaligus mendorong terbentuknya sumber daya manusia (SDM) pertanian yang adaptif, produktif, dan mampu menjadi penggerak modernisasi pertanian di wilayahnya.

Pelatihan di Kabupaten Maros dibagi dua angkatan, masing-masing 33 peserta. Pelatihan Angkatan I berlangsung di Kecamatan Lau sementara Angkatan II di Kecamatan Tompobulu.

Kegiatan pelatihan sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa penerapan PM-AAS tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi, juga harus memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani. 

"Hasil pengujian PM-AAS menunjukkan produktivitas padi dapat meningkat secara signifikan dibandingkan pola budidaya konvensional," katanya.

Mentan Amran menambahkan, penerapan pertanian modern tidak hanya berkaitan penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) juga mencakup penerapan teknik budidaya efektif, efisien dan terukur berbasis optimalisasi sumber daya. 

"PM-AAS mengintegrasikan teknologi, mekanisasi, pengelolaan budidaya serta pendekatan presisi untuk mendorong peningkatan hasil sekaligus efisiensi biaya dan tenaga kerja," katanya lagi.

Menurutnya, orientasi utama pertanian modern adalah meningkatkan kesejahteraan petani. “Yang kita kejar adalah kesejahteraan petani. Pertanian modern harus bertransformasi menjadi pertanian yang menjadikan petani sejahtera."

SDM Pertanian
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan, SDM merupakan salah satu kunci menggerakkan pertanian modern. 

Peningkatan kompetensi petani melalui pelatihan teknologi tepat guna, penguatan petani milenial dan peningkatan kemampuan memanfaatkan Alsintan perlu terus dilakukan.

“SDM pertanian adalah kunci. Kami terus mendorong pelatihan teknologi tepat guna, pelibatan petani milenial, dan penguatan kelembagaan seperti Brigade Pangan,” katanya.

Kabadan Santi menekankan pentingnya kemampuan petani mengoperasikan berbagai teknologi dan Alsintan, agar manfaat mekanisasi benar-benar dapat dirasakan dalam peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan melalui kegiatan Pelatihan PM-AAS untuk budidaya padi,  para peserta akan dibekali pemahaman mengenai konsep pertanian modern, teknologi dan teknik budidaya padi, efisiensi penggunaan sarana produksi, serta keterampilan menerapkan PM-AAS di tingkat usaha tani. 

"Pelatihan di Kabupaten Maros yang diikuti 66 peserta diharapkan mampu membangun pola pikir dan kemampuan petani agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian," katanya.

Melalui pelatihan, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam menerapkan PM-AAS pada budidaya padi, sehingga teknologi yang diperoleh tidak berhenti pada pemahaman di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata di lahan masing-masing. 

Dengan peningkatan kompetensi, penerapan teknologi, dan efisiensi usaha tani, PM-AAS diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

"Petani tidak hanya dituntut mampu memahami teknologi, juga memiliki keterampilan menerapkan teknik budidaya modern secara tepat. Mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman hingga pengelolaan hasil panen. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

 

Maros of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.