Sertifikasi Profesi, UPT Pelatihan Kementan Gembleng 6 Bulan Peserta Maganghub

South Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Sertifikasi Profesi, UPT Pelatihan Kementan Gembleng 6 Bulan Peserta Maganghub
BBPP BATANGKALUKU: Kabag Umum, Rosdiana [ke-2 kiri] mewakili Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani melepas dua peserta Program Maganghub Kemnaker, Nurafni dan Tharisya, setelah menyelesaikan magang selama enam bulan di BBPP Batangkaluku.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI pada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku melepas dua peserta Program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) setelah menyelesaikan masa magang selama enam bulan di BBPP Batangkaluku, Kamis (21/5/26). 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan Program Maganghub menjadi bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong transformasi sektor pertanian Indonesia menuju sistem yang lebih modern, berbasis teknologi, dan inovasi.

“Pertanian hari ini bukan lagi soal cangkul dan lumpur. Ini tentang teknologi, riset, dan inovasi. Mahasiswa harus menjadi lokomotif perubahan. Kalau kita ingin berdaulat pangan, maka kampus dan anak muda harus turun langsung. Jadilah pelopor, bukan penonton,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa regenerasi petani perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas SDM secara berkelanjutan agar generasi muda mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah.

“Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” katanya.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani diwakili Kepala Bagian (Kabag) Umum, Rosdiana mengatakan kedua peserta Program Maganghub Kemnaker menjadi sarana strategis membentuk tenaga muda yang terampil, disiplin, serta siap memasuki dunia kerja, khususnya pada sektor pertanian modern.

Kedua peserta magang merupakan fresh graduated yang menempati posisi magang sebagai pengelola alat mesin pertanian (Alsintan) dan pengelola laboratorium kultur jaringan. 

"Selama mengikuti program, peserta memperoleh pengalaman praktik langsung, mulai dari pengenalan teknologi pertanian modern, pengoperasian alsintan, hingga pengelolaan laboratorium kultur jaringan tanaman secara aplikatif," katanya.

Menurutnya, pengalaman praktik lapangan yang diperoleh peserta selama magang, diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis sekaligus memperkuat kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi.

"Melalui program Maganghub, BBPP Batangkaluku berharap peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama masa magang serta menjadi agen perubahan dalam pengembangan pertanian modern di daerah masing-masing," kata Rosdiana.

Testimoni Peserta

Nurafni, salah satu peserta magang pada posisi pengelola alat mesin pertanian, Nurafni, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti program tersebut.

“Selama magang, saya banyak belajar tentang pengoperasian dan perawatan alsintan secara langsung di lapangan," katanya.

Pengalaman tersebut, kata Nurafni, sangat bermanfaat untuk menambah keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja di sektor pertanian modern.

Hal serupa dikemukakan Tharisya, peserta magang bidang pengelolaan laboratorium kultur jaringan. Program magang memberikan pengalaman praktik yang belum sepenuhnya diperoleh saat menempuh pendidikan di bangku kuliah.

“Saya mendapatkan kesempatan belajar langsung mengenai proses kultur jaringan mulai dari persiapan media, sterilisasi, hingga pemeliharaan bibit di laboratorium. Sangat membantu meningkatkan kemampuan teknis dan kepercayaan diri,” ungkap Tharisya.

Kabag Umum Rosdiana menambahkan, Program Maganghub di BBPP Batangkaluku diharapkan terus menjadi wadah penguatan kompetensi bagi generasi muda, sekaligus mendukung percepatan lahirnya SDM pertanian profesional yang mampu menjawab tantangan pertanian modern dan mendukung ketahanan pangan nasional. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]






 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.