Gerak Cepat di Lapangan, Penyuluh Kolaka Timur Jadi Senjata Utama CSR

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Gerak Cepat di Lapangan, Penyuluh Kolaka Timur Jadi Senjata Utama CSR
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan tersebut menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi dan akselerasi implementasi program di lapangan.

 

Kolaka Timur, Sultra (B2B) - Upaya percepatan swasembada pangan nasional terus diperkuat hingga ke tingkat lapangan. Kementerian Pertanian RI menegaskan peran strategis penyuluh sebagai ujung tombak dalam menyukseskan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di daerah.

Hal ini mengemuka pada kegiatan koordinasi program CSR bersama para penyuluh pertanian yang digelar pada Rabu, (22/4) di CWS Kabupaten Kolaka Timur. 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan tersebut menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta mengakselerasi implementasi program di lapangan.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa program CSR merupakan strategi utama dalam memperluas areal tanam dan meningkatkan produksi beras nasional.

“Kita harus bergerak cepat, tepat, dan terukur. Setiap hektar lahan yang dicetak harus produktif dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” tegasnya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh peran aktif penyuluh di lapangan.

“Penyuluh adalah kunci. Mereka harus hadir, mendampingi, sekaligus memastikan setiap tahapan program berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

BBPP Batangkaluku

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada progres pelaksanaan CSR, mulai dari realisasi cetak sawah baru, kesiapan lahan, hingga dukungan sarana produksi. 

"Para penyuluh juga menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, baik yang bersifat teknis maupun administratif," katanya.

Selain itu, peningkatan kualitas pelaporan menjadi perhatian utama. Pelaporan yang akurat dan tepat waktu dinilai krusial dalam mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Jamaluddin Al Afgani menambahkan, para penyuluh diharapkan lebih aktif dan disiplin dalam menyampaikan laporan perkembangan kegiatan, mencakup luas tanam, pertumbuhan tanaman, hingga potensi permasalahan di lapangan sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

"Penyuluh tidak hanya berperan di lapangan, tetapi juga dalam memastikan kualitas data yang disajikan," ungkapnya.

Penyuluh harus menjadi garda terdepan, baik dalam pendampingan di lapangan maupun dalam menyajikan data yang valid dan terpercaya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara penyuluh dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai kendala serta meningkatkan kinerja pelaksanaan CSR di Kabupaten Kolaka Timur.

Ke depan, sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta peran aktif penyuluh, diyakini mampu mempercepat realisasi program CSR dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

East Kolaka of Southeast Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.