Kolaborasi Kementan dan TNI AD Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Indonesian Center for Agriculture Training (ICAT) Lembang

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kolaborasi Kementan dan TNI AD Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika diwakili Widyaiswara menyerahkan secara simbolis buku ´Pertanian Regeneratif´ pada salah satu prajurit TNI AD dari 252 prajurit peserta pendidikan Dikjurtakes Abit Dikmatakes di BBPP Lembang.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) bersama Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal pada Direktorat Ajudan Jenderal TNI AD (Pusdik Ajen Ditajenad) melatih 252 siswa usia 17 - 23 tahun bagi peserta Pendidikan Kejuruan Tamtama Kesehatan Abituren (Dikjurtakes Abit) dari Pendidikan Pertama Tamtama Kesehatan (Dikmatakes) Gelombang III tentang Pertanian. 

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan kegiatan pelatihan berlangsung Selasa (24/2) didukung oleh Widyaiswara bersama petugas teknis Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang yang memberikan materi dan praktik agribisnis tanaman sayuran, untuk meningkatkan wawasan peserta sebelum terjun ke masyarakat.

Kegiatan pelatihan sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan tentang pentingnya sinergi sektor pertanian dan pertahanan negara dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

“Keterlibatan prajurit dengan latar belakang pertanian baik dari sisi inovasi, teknologi maupun strategi kebijakan, menjadi langkah strategis menghadapi tantangan ketahanan pangan ke depan,” katanya.

Hal senada dikemukakan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti tentang kolaborasi Kementan dengan TNI AD menjadi faktor penting mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan melalui sinergi optimasi lahan dan pemanfaatan teknologi pertanian.

"Sinergi tersebut difokuskan pada pengawalan dan pendampingan Babinsa dalam brigade pangan guna memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya.

BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan, TNI AD selama ini telah berperan aktif mendukung sektor pertanian mulai dari pendampingan petani, pompanisasi, hingga program cetak sawah. 

"Dengan adanya tenaga pertanian di dalamnya, sinergi tersebut dinilai akan semakin kuat dan efektif," katanya mengutip arahan Mentan Amran Sulaiman.

Ajat Jatnika mengapresiasi komitmen TNI AD mendukung program pertanian pemerintah dan berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat, agar sektor pertanian semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan.

"Pada sesi teknis, Widyaiswara BBPP Lembang elaborasi materi budidaya sayuran. Mulai dari konsep good agricultural practices disingkat GAP," katanya.

Ajat Jatnika menambahkan, konsep GAP meliputi pengolahan lahan, persemaian, penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit terpadu hingga panen dan pascapanen.

"Didampingi petugas teknis, peserta juga mengikuti praktik pengukuran pH tanah secara sederhana menggunakan kunyit sebagai indikator alami," ungkapnya lagi.

Selanjutnya, kata Ajat Jatnika, dilakukan praktik persemaian benih cabai merah menggunakan tray, penanaman di polybag dan pemupukan.

"Melalui sinergi sektor pertanian dan pertahanan, diharapkan Indonesia mampu memperkuat swasembada pangan secara berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian produksi pangan nasional," katanya lagi. [chetty/timhumas bbpplembang]

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.