Kementan Siapkan Gen Z Terjun ke Dunia Usaha dan Industri via Kegiatan PKL

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kementan Siapkan Gen Z Terjun ke Dunia Usaha dan Industri via Kegiatan PKL
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan selama PKL, ketiga mahasiswa Faperta Unib menunjukkan semangat tinggi, dengan melakukan aktivitas yang mendukung kegiatan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, khususnya berkaitan dengan teknologi hidroponik.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang secara konsisten melakukan upaya regenerasi petani muda, salah satunya melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). 

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan tiga mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Agroteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian pada Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Bengkulu (Unib) Angkatan 2023 telah menyelesaikan PKL periode 2 Februari hingga 21 Mei 2026.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemuda adalah kunci masa depan pertanian. Generasi muda menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. 

"Kementan akan melakukan pendampingan bagi generasi muda secara periodik agar generasi muda bisa bergerak di semua sektor pertanian,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa regenerasi petani sangat penting.

"Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani adalah langkah esensial, untuk menyokong ketahanan pangan nasional," katanya.

BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan selama PKL, ketiga mahasiswa Faperta Unib menunjukkan semangat tinggi, dengan melakukan aktivitas yang mendukung kegiatan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, khususnya berkaitan dengan teknologi hidroponik.

"Untuk mengakhiri PKL, dilaksanakan seminar hasil. Masing-masing mahasiswa memaparkan hasil praktik kerja di hadapan widyaiswara pembimbing dan penguji," katanya.

Ketiga mahasiswa menyajikan topik seminar tentang: 1) Teknik Budidaya Kentang G0 dengan Sistem Aeroponik, 2) Budidaya Tanaman Melon dengan Sistem Irigasi Tetes, dan 3) Teknik Budidaya Tanaman Tomat Beef dengan Sistem Irigasi Tetes.

Ajat Jatnika menyampaikan sarana berlatih di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, salah satunya bisa dimanfaatkan para generasi muda untuk mempelajari agribisnis secara nyata.

Testimoni Mahasiswa
Senin (25/5) saat menemui salah seorang peserta PKL, Kristian Pandaporan Hasibuan, menceritakan kesannya selama PKL di BBPP Lembang.

“Menurut saya, BBPP Lembang adalah lokasi yang tepat untuk kegiatan praktik kerja lapangan bagi para siswa dan mahasiswa jurusan pertanian karena sarana prasarana untuk praktik kerjanya lengkap," katanya.

Menurutnya, Widyaiswara dan pembimbing lapangan juga kompeten membantu mereka dalam aktivitas sehari-hari dan penyelesaian laporan PKL.

Kristian apresiasi bahwa selama PKL diberikan kesempatan mengikuti pelatihan gratis sebanyak 2 kali yakni Pelatihan Agribisnis Bawang Merah dan Pelatihan Agribisnis Cabai Merah. 

Pada pelatihan tersebut, Widyaiswara mengajarkan teori dan praktik tentang dua komoditas strategis bidang pertanian, yang dapat meningkatkan kompetensi mereka sebagai generasi muda.

“Terima kasih BBPP Lembang telah mengajarkan kami banyak hal dan menyiapkan kami untuk terjun ke Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi),” tutupnya. [afriski/chetty/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.