Gelar Rakerwil, Forum Komunikasi P4S Siap Dukung Metode Tanam PM-AAS

West Java`s Lembang Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Gelar Rakerwil, Forum Komunikasi P4S Siap Dukung Metode Tanam PM-AAS
BBPP LEMBANG: Plt Kepala BBPP Lembang, P. Adi Destriadi Sutisna mengatakan widyaiswara dan praktisi memberikan materi PM-AAS secara klasikal dan praktik penanaman padi gogo menggunakan drum seeder, sejalan semangat P4S menjadi pusat pembelajaran dan regenerasi petani.

 

Bandung Barat, Jabar (B2B) - Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) selama dua hari, 8 - 9 Agustus 2026 pada Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang di Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPP Lembang, P. Adi Destriadi Sutisna mengatakan Rakerwil dihadiri oleh 70 orang ketua dan pengelola P4S wilayah Jabar yang merupakan P4S binaan BBPP Lembang selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan lingkup Kementerian Pertanian RI (Kementan).

Pada kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Video Shooting dan metode tanam Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) dengan narasumber widyaiswara, praktisi dan pranata Humas.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi kunci utama mendorong kemajuan sektor pertanian.

“Swasembada Pangan membutuhkan kolaborasi dari semua pihak di sektor pertanian,” ujarnya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan peran strategis P4S sebagai ujung tombak peningkatan kapasitas SDM pertanian.

“P4S menjadi pusat pembelajaran dan regenerasi petani melalui pelatihan dan pemagangan. P4S mampu mencetak SDM kompeten, profesional dan adaptif terhadap tantangan global,” katanya.

Kegiatan Rakerwil P4S Jabar menjadi momentum strategis memperkuat kelembagaan, konsolidasi organisasi, serta merumuskan arah program kerja.

BBPP Lembang

Plt Kepala BBPP Lembang, P. Adi Destriadi Sutisna pada Minggu (9/8) memberikan motivasi seraya apresiasi para peserta Rakerwil FK P4S, untuk terus menggelorakan kiprah P4S agar dapat terus berkontribusi mendukung program Kementan.

“Kementan sangat apresiasi kekompakan FK-P4S Jawa Barat menyelenggarakan Rakerwil," katanya.

P. Adi Destriadi Sutisna mengatakan, P4S adalah kelembagaan yang melaksanakan kegiatan permagangan untuk meningkatkan kompetensi SDM pertanian karena juga mengelola agribisnis, baik yang bergerak di sektor on-farm atau off-farm.

"Saya harap bisa membuka peluang pasar (farmers’s market) bagi petani lainnya,” tutur Adi.

Berbagai agenda penting dibahas pada Rakerwil tersebut yakni membahas Program Kerja FK-P4S Provinsi Jawa Barat 2026, pembekalan dari Anggota Komisi IV DPR-RI dan Ketokohan Provinsi Jawa Barat, dan Kolaborasi Pelatihan dan Diskusi antar Rekan P4S (Kopdar) melalui Bimtek pengelolaan PM-AAS dan pembuatan video.

Kelola PM-AAS

Pada Bimtek Pengelolaan PM-AAS, widyaiswara dan praktisi memberikan materi secara klasikal dan praktik penanaman padi gogo menggunakan drum seeder di lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Sedangkan pada Bimtek Pembuatan Video, widyaiswara didampingi pranata humas BBPP Lembang memberikan teori dan praktik tentang teknik membuat video mulai dari tahap perencanaan hingga editing video. 

"Peserta juga praktik mengambil video dan mengedit menggunakan aplikasi Capcut," katanya.

Salah seorang peserta Bimtek Pembuatan Video, Itih Sugiarti mengatakan pada kegiatan tersebut, disepakati beberapa hal sebagai program kerja tahunan FK-P4S dan menjadi komitmen bersama untuk dilaksanakan.

Lebih lanjut, wanita muda yang akrab dipanggil Gia ini menyampaikan apresiasinya bisa sharing ilmu tentang pembuatan video. 

“Pelatihan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi kami dan untuk kami lebih bisa mengikuti perkembangan terkini untuk mempromosikan kegiatan di P4S," katanya. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

 

West Bandung of West Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.