6.100 Penyuluh Pertanian THL-TBPP jadi CPNS Diapresiasi Kepala Daerah

Indonesian Govt Supports Improvement Competence of Agricultural Extension Workers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


6.100 Penyuluh Pertanian THL-TBPP jadi CPNS Diapresiasi Kepala Daerah
Mentan Andi Amran Sulaiman menyerahkan sertifikat SKD kepada seorang bupati dan Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron dengan Bupati Gunung Kidul Hj Badingah (inset) Foto2: istimewa

Jakarta (B2B) - Bupati Hj Badingah menyatakan kegembiraannya setelah 14 penyuluh pertanian Gunung Kidul termasuk dalam 6.100 tenaga harian lepas - tenaga bantu penyuluh pertanian (THL-TBPP) yang dinyatakan lulus seleksi calon pegawai negeri sipil (CNPS) oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) di Kementerian Pertanian RI.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada awal April di Alun-alun Bung Karno, Semarang, Provinsi Jawa Tengah menyerahkan hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) kepada 441 bupati dan walikota selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK) kabupaten/kota, sebagai hasil penantian panjang selama dua tahun yang didukung semua pihak agar nasib 6.100 tenaga penyuluh pertanian ini menjadi jelas.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat khususnya kementerian pertanian dan parlemen atas dukungannya bagi penyuluh pertanian," kata Bupati Badingah saat menerima kunjungan 24 anggota Komisi IV DPR didampingi Sekjen Kementan Hari Priyono di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nglanggeran pada akhir April lalu.

Menurutnya, 6.100 THL-TBPP yang kini menyandang status CPNS memang harus menunggu lama untuk menjadi bagian dari aparatur sipil negara (ASN) setelah mereka direkrut pada 2007 hingga 2009, atau setelah bekerja selama delapan hingga 10 tahun untuk membantu petani meningkatkan hasil produksi pangan.

“Para penyuluh adalah garda terdepan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan. Sebagai mantan penyuluh, saya menyadari betul kegelisahan mereka. Makanya kami begitu serius memperjuangkan di tengah moratorium PNS oleh pemerintah,” kata Mentan.

Mentan Amran Sulaiman berharap pengangkatan penyuluh pertanian THL-TBPP menjadi CPNS akan mendorong para penyuluh pertanian lebih giat dan semangat bekerja melaksanakan tugasnya, setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras maka tugas berat lainnya sudah menanti, khususnya mencapai target swasembada cabai, bawang merah dan daging sapi.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron yang memimpin kunjungan di TTP Ngelanggeran mengapresiasi keputusan pemerintah terhadap para penyuluh pertanian.

"Berulang kali mereka melakukan unjuk rasa untuk memperjuangkan nasib mereka, dan kini sudah jelas seperti dikatakan ibu bupati. Namun yang harus disadari bahwa penyuluh pertanian jangan hanya mengejar status melainkan spirit pertanian itu sendiri," kata Herman Khaeron.

Jakarta (B2B) - Regent Hj Badingah admitted happy after 14 agricultural extension workers in Gunung Kidul Regency of Yogyakarta Province  included in 6,100 honorary employees who passed the selection as candidates for civil servants by Agency for Agricultural Extension and Human Resources Development (BPPSDMP) of Indonesian Agriculture Ministry.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman in early April at Bung Karno Square, Semarang city, the capital of Central Java province submitted their appointment letter to  to 441 regents and mayors  after a two-year wait for 6,100 agricultural extension workers.

"I would like to thank the central government, especially agriculture ministry and parliament for their support for agricultural extension workers," said Regent Badingah while welcoming visit of 24 members of parliament accompanied by Secretary General of Agriculture Ministry Hari Priyono in Nglanggeran Agricultural Technology Park recently.

According to him, 6,100 agricultural extension officers who were appointed as candidates for civil servants did have to wait for the government's decision after they were recruited in 2007 and 2008, after working for eight to 10 years to support farmers to increase food production.

"They are the front guard for realizing food security. As a former agricultural extensionist, I understand their anxiety. We work hard to fight even though the government sets a moratorium on civil servants," Minister Sulaiman said.

He hopes the government's decision will encourage them to be more eager to work after Indonesia achieves self-sufficiency in rice, and the next responsibility is to achieve self-sufficiency in chili, onion and beef.

Vice Chairman of House Commission IV Herman Khaeron appreciated the government's decision on the interests of agricultural extension workers.

"They have to rally to fight for their fate, but agricultural extension workers should be aware of not only the pursuit of status, but the spirit of agriculture itself," Mr Khaeron said.