Tingkatkan Kapasitas BP, Kementan Gelar Bimtek Pembuatan Drum Seeder PM-AAS
The Agricultural Library Support Indonesian Farmers to Attain Food Self-sufficiency
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Lebak, Banten (B2B) - Inovasi alat tanam menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong pertanian yang lebih efisien dan produktif. Guna mendukung hal tersebut, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menggelar ´Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembuatan Alat Tanam Drum Seeder PM-AAS´ pada Jumat (25/9) di BPP Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Plt Kepala BB Pustaka, Inneke Kusumawaty mengatakan Bimtek bertujuan memperkuat kapasitas Brigade Pangan (BP) mengembangkan teknologi tanam yang adaptif dan praktis sesuai dengan kebutuhan petani.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya inovasi dan teknologi modern dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia.
Kepala Badan SDM Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, penyuluh dituntut bergerak cepat, inovatif dan aktif mendampingi petani mengaplikasikan teknologi dan inovasi di lapangan.
BB Pustaka
Plt. BB Pustaka, Inneke Kusumawaty mengatakan, kegiatan Bimtek diikuti oleh 10 Brigade Pangan (BP) wilayah selatan Kabupaten Lebak tersebar pada delapan kecamatan, dengan peserta terdiri atas Manager Brigade Pangan, Kepala Divisi Alsintan dan Penyuluh Pendamping.
Pada kegiatan Bimtek tersebut, BB Pustaka tidak hanya berperan mendukung penyediaan dan penyebarluasan informasi pertanian, juga turut memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lapangan.
"Kemandirian BP membuat dan mengoperasikan alat tanam diharapkan dapat mendukung penerapan metode PM-AAS secara lebih luas, sesuai kondisi lahan dan kebutuhan petani di wilayah selatan Kabupaten Lebak," katanya.
Plt. BB Pustaka, Inneke Kusumawaty yang diwakili oleh LO Brigade Pangan Kabupaten Lebak, Suryono mengatakan, kegiatan Bimtek merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian BP menyediakan alat tanam yang sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kegiatan Bimtek dilakukan agar seluruh Brigade Pangan dapat mandiri membuat alat tanam PM-AAS," kata Suryono.
Selain itu, bentuk alatnya diharapkan dapat seragam, namun tetap bisa disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lahan sawah masing-masing BP.
Menurutnya, kemampuan BP membuat alat tanam secara mandiri diharapkan memberikan kemudahan penerapan metode PM-AAS sekaligus memperkuat kemampuan petani dan anggota BP mengoptimalkan penggunaan Alsintan.
Drum Seeder
Praktisi Mitra Tani, Dadan Agus Kartiwa selaku narasumber memberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan alat drum seeder. Mulai dari model, komponen, proses perakitan hingga penggunaannya di lahan sawah.
"Pengembangan drum seeder merupakan bagian dari dukungan terhadap program pertanaman padi menggunakan metode PM-AAS," katanya.
Dalam proses pengembangannya, kata Dadan Agus Kartiwa, pihaknya membuat dan menguji coba beberapa model alat untuk mendapatkan desain paling mudah dan efektif digunakan oleh petani.
"Kami mendukung program menanam padi menggunakan metode PM-AAS. Kami membuat alat ini dengan beberapa model dan telah melakukan berbagai uji coba," katanya lagi.
Setelah melalui proses tersebut, akhirnya model yang dinilai sangat mudah digunakan untuk persawahan adalah drum seeder dengan model Jajar Legowo 6:1.
Pemahaman Teknis
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, juga memperoleh pemahaman teknis mengenai pembuatan dan penggunaan drum seeder.
Bimtek diharapkan menjadi bekal bagi BP, untuk selanjutnya praktik pembuatan alat secara mandiri bersama anggota masing-masing.
Sementara, Manajer BP Pohara, Hilmi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi BP.
"Penjelasan teknis cara membuat alat drum seeder juga sangat jelas dan detail. Setelah mengikuti Bimtek, kami akan mencoba langsung mempraktikkan pembuatan alat drum seeder bersama anggota Brigade Pangan kami,” ungkap Hilmi.
Hilmi menambahkan, BP Pohara siap menerapkan hasil Bimtek tersebut untuk mendukung pertanaman berikutnya. Sehingga untuk pertanaman berikutnya kami sudah bisa menerapkan metode PM-AAS di lahan sawah kami. [ibrahim/shinta/timhumas bbpustaka]
Lebak of Banten [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
