Penanganan PMK, BBPP Kementan Komitmen Dukung Gugus Tugas di Kalsel

Indonesia Binuang`s Agricultural Training Center Support Borneo Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Penanganan PMK, BBPP Kementan Komitmen Dukung Gugus Tugas di Kalsel
BBPP BINUANG: Mentan Syahrul Yasin Limpo turun langsung menangani pengendalian PMK di daerah untuk memastikan menjalankan tiga skema dengan upaya darurat melalui mapping berupa pemetaan wilayah terkonfirmasi PMK.

Banjarbaru, Kalsel [B2B] - Kementerian Pertanian RI khususnya BBPP Binuang, selaku unit pelaksana teknis [UPT] dari BBPPSDMP Kementan di Provinsi Kalimantan Selatan [Kalsel] mendukung penuh upaya Gugus Tugas Penangangan Penyakit Mulut dan Kuku [PMK] di bawah koordinasi Dinas Perkebunan dan Peternakan Pemerintah Provinsi [Disbunak] Pemprov Kalsel.

Komitmen tersebut dikemukakan Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati bahwa Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] mendukung penuh arahan Kadisbunak Pemprov Kalsel, Suparmi, pada Rakor Gugus Tugas Penanganan PMK Kalsel di Banjarbaru pada Senin [13/6].

Upaya tersebut, kata Yulia AK, sejalan instruksi dan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa berbagai langkah dan upaya dilakukan untuk mengatasi wabah PMK, dari tindakan preventif hingga penerapan Tiga Strategi meliputi Intelektual sebagai langkah percepatan, Manajemen untuk langkah penguatan dan Perilaku sebagai langkah bersama memberantas PMK pada hewan ternak sapi, kerbau, kambing dan babi.

“Jika tidak ditangani dengan baik, PMK akan berdampak pada perekonomian, utamanya penurunan produktivitas dan harga daging anjlok. PMK juga akan berdampak pada perdagangan internasional, baik ternak hidup maupun produk ternak karena larangan ekspor,” kata Mentan.

Kementan, kata Mentan Syahrul, menjalankan tiga skema dengan upaya darurat melalui mapping berupa pemetaan wilayah terkonfirmasi PMK, ditandai warna Merah. Kuning, untuk wilayah suspek PMK dan Hijau bagi wilayah bebas PMK. Didukung keluarnya Keputusan Menteri Pertanian RI atau Kepmentan terkait antisipasi penyebaran PMK.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menyoroti PMK sebagai tantangan yang harus dihadapi selain krisis pangan. Kondisi Indonesia saat ini tidak biasa-biasa saja, terutama masalah pangan, karena kondisi Indonesia dipengaruhi pangan global, yang tengah mengalami turbulensi akibat pandemi Covid-19 dan perubahan iklim.

"Ditambah wabah PMK yang disebarkan virus lewat udara, yang sangat mengganggu peternak kita menjelang Idul Adha pada 10 Juli mendatang. Wabah PMK mengakibatkan sistem produksi, distribusi dan produktivitas mengalami gangguan luar biasa," katanya.

Dedi Nursyamsi mengingatkan pentingnya isolasi mandiri bagi hewan yang terpapar PMK. Kementan telah mendistribusikan obat untuk wilayah PMK. Obat-obatan yang dikeluarkan verteriner Farma di Surabaya terbukti berhasil mengatasi PMK.

Terkait penanganan PMK di Kalsel, Kabalai Yulia AK menambahkan, Pemprov di bawah koordinasi Kadisbunak untuk membentuk tim gugus tugas didukung Posko PMK di tiap kabupaten dan kota; dibentuk check point di perbatasan Kaltim dan Kalteng; setiap kasus dilaporkan ke Polda Kalsel dan Crisis Center ke Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan [PHK] dan Inspektor IV serta ke kantor Kemendagri dilaporkan setiap hari.

"Pihak berwenang yang menginformasikan data PMK adalah Disbunak Pemprov Kalsel dan Kemenkominfo. Setiap tiga hari di-update data ketersediaan hewan kurban," kata Yulia.

Menurutnya, BBPP Binuang juga berupaya mendukung sosialisasi, komunikasi, informasi dan edukasi, bimbingan teknis [Bimtek] maupun pelatihan bagi penanganan PMK. [Agus]

Tapin of South Borneo [B2B] - The role of agricultural training in Indonesia such as the Agricultural Training Center of Indonesia Agriculture Ministry across the country so the ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

Indonesian Agriculture Minister Syahrul Indonesia Yasin Limpo stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Limpo said.

He reminded about the important role of agricultural training, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through agricultural training, we connect farmers with technology and innovation so that BBPP meet their needs and are ready for new things," Limpo said.